Rabu, 03 Juni 2020

Contoh Makalah Bahasa Indonesia

Contoh Makalah Bahasa Indonesia – Pada contoh makalah dibawah ini mengangkat judul asal usul penggunaan bahasa melayu sebagai bahasa Indonesia. Karena sekadar contoh, mohon kontribusi saran dan penyempurnaan bahasannya agar dapat memberi manfaat bagi setiap pembaca khususnya yang tengah menyelesaikan tugas-tugas makalah yang disyaratkan oleh dosen atau guru mata pelajaran bahasa indonesia.

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Bahasa menjadi indikator yg paling baik dalam menunjukkan identitas kultural suatu bangsa. Dengan istilah lain bahasa menerangkan bangsa. Itu sebabnya krusial bagi bangsa Melanesia melestarikan sekitar 250 bahasa etnisnya menurut arus besar penguasaan ?Bahasa Indonesia?. Sejauh mana dominasi itu? Apa dampaknya? Bagaimana proses historisnya? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, penting menjadi upaya melestarikan bukti diri bangsa Melanesia, yang selama ini ?Lebur? Dalam ?NKRI? & dalam poly hal justru mengalami Jawanisasi. Ini bertentangan atau kontradiktif menggunakan gagasan Indonesia yg ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Contoh Makalah Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mempunyai sejarah jauh lebih panjang daripada Republik ini sendiri. Bahasa Indonesia sudah dinyatakan sebagai bahasa nasional dari tahun 1928, jauh sebelum Indonesia merdeka. Saat itu bahasa Indonesia dinyatakan menjadi bahasa persatuan dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai perekat bangsa. Saat itu bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan antar etnis (lingua franca) yg sanggup merekatkan suku-suku yg terdapat pada Indonesia. Dalam perdagangan dan penyebaran kepercayaan pun bahasa Indonesia memiliki posisi yang penting.

Deklarasi Sumpah Pemuda menciptakan semangat memakai bahasa Indonesia semakin menggelora. Bahasa Indonesia dianjurkan buat digunakan menjadi bahasa dalam pergaulan, juga bahasa sastra dan media cetak. Semangat nasionalisme yg tinggi menciptakan perkembangan bahasa Indonesia sangat pesat karena semua orang ingin memberitahuakn jati dirinya menjadi bangsa.

Maka dalam model makalah bahasa Indonesia ini kami mencoba untuk menyajikan pembahasan tentang sumber bahasa Indonesia, peresmian nama bahasa Indonesia dan peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan bahasa Indonesia.

B. RUMUSAN MASALAH

Untuk memudahkan pembahasannyamaka akan dibahas sub masalah sinkron menggunakan latar belakang diatas yakni menjadi berikut:

  1. Bahasa apa yang menjadi sumber bahasa Indonesia ?
  2. Bagaimana proses Peresmian nama bahasa Indonesia?
  3. Mengapa Bahasa Melayu Diangkat Menjadi Bahasa Indonesia?
  4. Peristiwa-peristiwa penting apakah yang berkaitan dengan bahasa Indonesia?
C.TUJUAN

Contoh makalah bahasa Indonesia ini bertujuan buat :

  1. Mengetahui bahasa apa yang menjadi sumber bahasa Indonesia
  2. Mengetahui proses Peresmian nama bahasa Indonesia
  3. Mengetahui alasan bahasa melayu diangkat menjadi bahasa indonesia
  4. Mengetahui sejumlah peristiwa penting berkaitan dengan bahasa Indonesia

BAB II PEMBAHASAN

A. Sumber Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa dinamis yang sampai waktu ini terus membuat kata-kata baru, baik melalui penciptaan, juga penyerapan menurut bahasa wilayah dan asing. Bahasa Indonesia merupakan dialek baku berdasarkan bahasa Melayu yg pokoknya berdasarkan bahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan sang Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia yg pertama dalam tahun 1939 pada Solo, Jawa Tengah bahwa, "jang dinamakan 'Bahasa Indonesia' jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja asal berdasarkan 'Melajoe Riaoe', akan namun jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, sampai bahasa itoe laloe moedah digunakan oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, adalah alam kebangsaan Indonesiadanquot;. Atau sebagaimana diungkapkan dalam Kongres Bahasa Indonesia II 1954 di Medan, Sumatra Utara, "...Bahwa dari bahasa Indonesia merupakan bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia merupakan bahasa Melaju jang diadaptasi menggunakan pertumbuhannja pada masjarakat Indonesia".

Sejarah tumbuh dan berkembangnya Bahasa Indonesia nir terlepas menurut eksistensi Bahasa Melayu. Dimana Bahasa melayu semenjak dulu sudah dipakai sebagai bahasa perantara (lingua franca) atau bahasa pergaulan. Bahasa melayu nir saja digunakan di Kepulauan Nusantara, namun jua digunakan hampir pada semua Asia Tenggara. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya Prasasti-prasasti antik dari kerjaan pada indonesia yg ditulis menggunakan memakai Bahasa Melayu. Dan pasca saat itu Bahasa Melayu telah berfungsi sebagai :

  • Bahasa Kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra
  • Bahasa Perhubungan (Lingua Franca) antar suku di Indonesia
  • Bahasa Perdagangan baik bagi suku yang ada di indonesia mapupun pedagang yang berasal dari luar indonesia.
  • Bahasa resmi kerajaan.
Jadi jelashlah bahwa bahasaindonesia sumbernya adalah bahasa melayu.

B.Peresmian Nama Bahasa Indonesia

Secara sejarah, bahasa Indonesia merupakan keliru satu dialek temporal berdasarkan bahasa Melayu yang struktur juga khazanahnya sebagian akbar masih sama atau seperti menggunakan dialek-dialek temporal terdahulu seperti bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Kuno.

Penggunaan bahasa Melayu menjadi bahasa nasional merupakan usulan dari Muhammad Yamin, seseorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya dalam Kongres Nasional ke 2 pada Jakarta, Yamin mengungkapkan bahwa : ?Apabila mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yg ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya terdapat 2 bahasa yg bisa dibutuhkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa & Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan sebagai bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.

Secara Sosiologis kita sanggup mengungkapkan bahwa Bahasa Indonesia resmi diakui dalam Sumpah Pemuda lepas 28 Onktober 1928. Hal ini jua sesuai dengan buah ketiga ikrar sumpah pemuda yaitu ?Kami putra & putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.? Tetapi secara Yuridis Bahasa Indonesia diakui dalam tanggal 18 Agustus 1945 atau sehabis Kemerdekaan Republik Indonesia.

C. Alasan Bahasa Melayu Diangkat Menjadi Bahasa Indonesia.

Setidaknya terdapat empat faktor yg sebagai alasan mengapa bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa Indonesia yaitu :

  1. Bahasa melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia, bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan.
  2. Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari karena dalam bahasa melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
  3. Suku jawa, suku sunda dan suku suku yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
  4. Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
D.Peristiwa-Peristiwa Penting Berkaitan Dengan Bahasa Indonesia.

Sejumlah peristiwa krusial berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia dapat dirinci ini dia:

Tahun 1801 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma?Moer & Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Ejaan ini dimuat dalam Kitab Logat Melayu.

Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), kemudian tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel, seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-kitab penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yg nir sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu pada kalangan rakyat luas.

Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kayo memakai bahasa Indonesia dalam pidatonya. Hal ini buat pertama kalinya pada sidang Volksraad (dewan rakyat), seorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia.

Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi pengokohan bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan.

Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yg menamakan dirinya menjadi Pujangga Baru yg dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana.

Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.

Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa bisnis training & pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.

Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah UUD 1945, yg keliru satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik (ejaan soewandi) menjadi pengganti ejaan Van Ophuijsen yg berlaku sebelumnya.

Tanggal 28 Oktober?2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia buat monoton menyempurnakan bahasa Indonesia yg diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.

Tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yg Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan pada hadapan sidang DPR yg dikuatkan jua menggunakan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.

Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yg Disempurnakan & Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh daerah Indonesia (Wawasan Nusantara).

Tanggal 28 Oktober?2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III pada Jakarta. Kongres yg diadakan pada rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain menampakan kemajuan, pertumbuhan, & perkembangan bahasa Indonesia dari tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.

Tanggal 21 ? 26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV pada Jakarta pada rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yg ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia wajib lebih ditingkatkan sebagai akibatnya amanat yg tercantum pada dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara, yang mewajibkan pada seluruh warga negara Indonesia untuk memakai bahasa Indonesia menggunakan baik & sahih bisa tercapai aporisma.

Tanggal 28 Oktober?3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V pada Jakarta yang dihadiri sang kira-kira tujuh ratus ahli bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia & peserta tamu berdasarkan negara teman seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, & Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan & Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa pada Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

Tanggal 28 Oktober?2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI pada Jakarta menggunakan peserta berjumlah 770 ahli bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu berdasarkan mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan & Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.

Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII pada Hotel Indonesia, Jakarta. Pada Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas sanggup disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

Sumber bahasa indonesia merupakan bahasa melayu

  1. Bahasa Indonesia secara sosiologis resmi digunakan sebagai bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928. Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia di akui setelah kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945.
  2. Bahasa Melayu di angkat menjadi bahasa indonesia karena bahasa melayu telah digunakan sebagai bahasa pergaulan (lingua franca) di nusantara dan bahasa melayu sangat sederhana dan mudah dipelajari serta tidak memiliki tingkatan bahasa.
  3. Begitu banyak hal yang berkaitan dengan bahasa Indonesia yang menjadi dinamika perjalanan bahasa Indonesia sampai saat ini.
DAFTAR PUSTAKA

  • http://id.wikipedia.org
  • Kompor.blogdetik.com
  • Blog.wisma-bahasa.com
Demikianlah secara sederhana salah satu model makalah bahasa Indonesia. Contoh kata pengantar untuk kelengkapan makalah ini dapat dilihat pada contoh kata pengantar makalah bahasa Indonesia. Semoga membantu dalam penyelesaian tugas dari guru atau dosennya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar