Rabu, 17 Juni 2020

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan – Berawal dari istilah “Civic Education” diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Pendidikan Kewargaan dan akhirnya menjadi Pendidikan Kewarganegaraan. Istilah “Pendidikan Kewargaan” diwakili oleh Azra dan Tim ICCE (Indonesia Center for Civic Education) dari Universitas Islam Negeri Jakarta, sebagai pengembang Civic Education pertama di perguruan tinggi. Penggunaan istilah ”Pendidikan Kewarganegaraan” diwakili oleh Winaputa dkk dari Tim CICED (Center Indonesia for Civic Education), Tim ICCE (2005: 6)

Menurut Kerr, citizenship or civics education is construed broadly to encompass the preparation of young people for their roles and responsibilities as citizens and, in particular, the role of education (through schooling, teaching, and learning ) in that preparatory process. (Winataputra dan Budimansyah, 2007: 4)

Dari definisi Kerr tersebut dapat dijelaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan dirumuskan secara luas yang mencakup proses penyiapan generasi muda untuk mengambil peran dan tanggung jawab sebagai warga negara, dan secara khusus, peran pendidikan termasuk di dalamnya persekolahan, pengajaran dan belajar, dalam proses penyiapan warga negara tersebut.

Terkait dengan hal ini, baca pula tentang:

Menurut Azis Wahab, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan media pengajaran yang meng-Indonesiakan para siswa secara sadar, cerdas, dan penuh tanggung jawab. Karena itu, program PKn memuat konsep-konsep umum ketatanegaraan, politik dan hukum negara, serta teori umum yang lain yang cocok dengan target tersebut (Cholisin, 2000:18)

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Berbeda dengan pendapat di atas pendidikan kewarganegaraan diartikan sebagai penyiapan generasi muda (siswa) untuk menjadi warga negara yang memiliki pengetahuan, kecakapan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakatnya (Samsuri, 2011: 28).

Menurut Zamroni (Tim ICCE, 2005:7) pengertian pendidikan kewarganegaraaan adalah: “Pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis, melalui aktivitas menanamkan kesadaran kepada generasi baru, bahwa demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang paling menjamin hak-hak warga masyarakat”.

Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajiban untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 (Depdiknas, 2006:49).

Pendapat lain, Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenan dengan hubungan antar warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara menjadi warga negara agar dapat diandalkan oleh bangsa dan negara (Somantri, 2001: 154)

Pendidikan Kewarganegaraan dapat diharapkan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen yang kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hakikat NKRI adalah negara kesatuan modern. Negara kebangsaan adalah negara yang pembentuknya didasarkan pada pembentukan semangat kebangsaan dan nasionalisme yaitu pada tekad suatu masyarakt untuk membangun masa depan bersama dibawah satu negara yang sama. Walaupun warga masyarakaat itu berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, penulis menyimpulkan pengertian pendidikan kewarganegaraan adalah suatu mata pelajaran yang merupakan satu rangkaian proses untuk mengarahkan peserta didik menjadi warga negara yang berkarakter bangsa Indonesia, cerdas, terampil, dan bertanggungjawab sehingga dapat berperan aktif dalam masyarakat sesuai ketentuan Pancasila dan UUD 1945.

Contoh Makalah Tentang Lingkungan Hidup

Berikut kami sajikan contoh makalah tentang lingkungan hidup dengan judul: “Mengenal Lingkungan Hidup, Kerusakan Lingkungan Hidup, dan Upaya Melestarikannya”. Dengan harapan dapat dijadikan acuan untuk membuat makalah baru yang lebih baik khususnya untuk tema yang serupa dan dapat membantu menyelesaikan tugas dari guru atau dosen.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lazimnya manusia bergantung dalam bagaimana keadaan lingkungan pada sekitarnya yaitu sumber daya alam yg bisa menunjang kehidupan sehari-hari. Sumber daya alam tadi yg primer bagi insan merupakan tanah, air, & udara. Tanah adalah loka manusia buat melakukan banyak sekali aktivitas. Air sangat dibutuhkan oleh insan menjadi komponen tubuh manusia yang terbesar. Untuk menjaga ekuilibrium, air sangat diperlukan dengan jumlah yang relatif banyak & memiliki kualitas yang baik. Selain itu, udara merupakan sumber oksigen yg alami bagi pernafasan manusia. Lingkungan yg sehat akan terwujud apabila manusia & lingkungannya pada kondisi yg baik. Lingkungan hayati pada Indonesia perlu ditangani disebabkan adanya sejumlah faktor yg mempengaruhinya, galat satunya yaitu mengenai keadaan lingkungan hayati seperti kemerosotan atau degradasi yg terjadi di berbagai daerah. Komponen lingkungan hidup secara garis besar terbagi 3 gerombolan , yaitu kelompok biotik (tumbuhan dan hewan darat dan air), kelompok abiotik (sawah, air dan udara) & grup kultur (ekonomi, sosial, budaya & kesehatan masyarakat).

B. Rumusan Masalah

  1. Apa definisi lingkungan hidup?
  2. Apa saja unsur-unsur lingkungan hidup?
  3. Mengapa lingkungan hidup sangat urgen bagi kehidupan manusia?
  4. Apa bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup dan penyebabnya?
  5. Bagaimana upaya melestarikan lingkungan hidup?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari makalah ini adalah :

  1. Mengetahui definisi lingkungan hidup.
  2. Mengetahui unsur-unsur lingkungan hidup.
  3. Memahami urgensi lingkungan bagi kehidupan manusia.
  4. Mengetahui bentuk-bentuk kerusakan lingkungan dan penyebabnya.
  5. Mengetahui upaya pelestarian Lingkungan Hidup.
BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup menjadi bagian absolut pada kehidupan insan. Dengan istilah lain, lingkungan hidup tidak terlepas menurut kehidupan manusia. Istilah lingkungan hidup yang dalam bahasa Inggris dianggap environment, pada bahasa Belanda diklaim Millieu, sedangkan pada bahasa Perancis dianggap dengan I'environment.

Berikut ini adalah pengertian lingkungan hidup menurut para ahli:

1. S.J MCNAUGHTON & LARRY L. WOLF

Lingkungan hidup didefinisikan sebagai semua faktor ekstrenal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengarui kehidupan, pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi organism

2. PROF DR. IR. OTTO SOEMARWOTO

Lingkungan hidup merupakan jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita

3. PROF. DR. ST. MUNADJAT DANUSAPUTRO, SH

Pengertian lingkungan hidup adalah semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.

3. MICHAEL ALLABY

Lingkungan hidup didefinisikan sebagai: the physical, chemical and biotic condition surrounding and organism atau kondisi yang mencakup fisik, kimia dan biotic termasuk organisme.

6. JONNY PURBA

Lingkungan hidup merupakan wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai

5. SRI HAYATI

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan mahluk hidup. termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya

7. Pengertian lingkungan hidup menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ber-Wawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya.

B. Unsur-unsur Lingkungan Hidup

Istilah lingkungan hidup sering digunakan untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi. Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya.

Unsur-unsur lingkungan hidup terbagi tiga, yaitu:

  1. Unsur Hayati (Biotik); yakni unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, sehingga lingkungan hayatinya didominasi tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.
  2. Unsur Sosial Budaya; yakni lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.
  3. Unsur Fisik (Abiotik); yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dll.
C. Urgensi Lingkungan Hidup Bagi Kehidupan

1. Urgensi Lingkungan sebagai tempat tinggal

Tiap-tiap makhluk hidup akan bertempat tinggal di dalam lingkungan tempat mereka berada. Makhluk hidup akan selalu berkelompok dengan jenisnya masing-masing. Dalam hal ini makhluk hidup dalam lingkungan ada yang hidup sebagai individu, populasi, komunitas atau ekosistem tertentu.

2. Urgensi Lingkungan sebagai tempat mencari makan.

Keseimbangan lingkungan atau ekosistem akan terjadi jika rantai makanan, jaring makanan, dan piramida makanan tepat. Hakekatnya tiap komponen dalam lingkunga hidup dapat dikatakan sebagai “ satu untuk yang lain’. Contoh rumput dimakan rusa dan rusa dimakan harimau dan seterusnya.

3. Urgensi Lingkungan sebagai Tempat Berlangsungnya Aktivitas

Kehidupan manusia diwarnai oleh berbagai aktivitas yang bertujuan memenuhi kebutuhan bagi hidupnya. Sehubungan dengan itulah terjalin interaksi sosial yang menunjukkan ketergantungan antar sesama manusia. Melalui proses interaksi sosial manusia mampu mencapai kesejahteraan bagi hidupnya.

4. Urgensi Lingkungan sebagai Wahana/Tempat bagi Kelanjutan

Kejadian tumpahnya minyak mentah di laut lepas akibat kebocoran

kapal tanker, merupakan salah satu berita buruk bagi pola kehidupan di laut. Demikian pula kasus kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra yang membawa dampak tercemarnya udara dan ancaman bagi kelangsungan hidup masyarakat di sekitarnya. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa kelangsungan hidup seluruh organisme di bumi ini sangat tergantung pada kondisi lingkungannya.

D. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya

Lingkungan hidup mempunyai keterbatasan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya. Dengan kata lain, lingkungan hidup dapat mengalami penurunan kualitas dan penurunan kuantitas. Penurunan kualitas dan kuantitas lingkungan ini menyebabkan kondisi lingkungan kurang atau tidak dapat berfungsi lagi untuk mendukung kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Kerusakan lingkungan hidup dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berdasarkan penyebabnya, kerusakan lingkungan dapat dikarenakan proses alam dan karena aktivitas manusia.

1. Kerusakan Lingkungan Akibat Proses Alam

  • Letusan Gunung Api; menyemburkan lava, lahar, material-material padat berbagai bentuk dan ukuran, uap panas, serta debu-debu vulkanis disertai dengan adanya gempa bumi lokal yang disebut dengan gempa vulkanik. Aliran lava dan uap panas dapat mematikan semua bentuk kehidupan yang dilaluinya, sedangkan aliran lahar dingin dapat menghanyutkan lapisan permukaan tanah dan menimbulkan longsor lahan. Uap belerang yang keluar dari pori-pori tanah dapat mencemari tanah dan air karena dapat meningkatkan kadar asam air dan tanah. Debu-debu vulkanis sangat berbahaya bila terhirup oleh makhluk hidup (khususnya manusia dan hewan), karena mengandung kadar silika (Si) yang sangat tinggi, sedangkan yang menempel di dedaunan tidak dapat hilang dengan sendirinya. Tumbuhan pada kondisi ini tidak bisa berfotosintesis dan lambat laun akan mati. Perlu waktu bertahun-tahun untuk dapat kembali normal. Namun demikian, setelah kembali normal, daerah tersebut akan menjadi daerah yang subur karena mengalami proses peremajaan tanah.
  • Gempa Bumi; makin besar kekuatan gempa kerusakan yang ditimbulkannya semakin parah di muka bumi. Gempa bumi menyebabkan bangunan-bangunan retak atau hancur, struktur batuan rusak, aliran-aliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa dan saluran bawah tanah rusak, dan lain-lain. Jika kekuatan gempa bumi melanda lautan, maka akan menimbulkan tsunami, yaitu arus gelombang pasang air laut yang menghempas daratan dengan kecepatan yang sangat tinggi.
  • Banjir; merupakan gejala alam murni jika kondisi alam memang mempengaruhinya, misalnya hujan terus menerus terjadi di daerah basin, dataran rendah, atau di lembah-lembah sungai. Banjir bisa karena ulah manusia, seperti penggundulan hutan di kawasan resapan, timbunan sampah yang menyumbat aliran air, ataupun karena rusaknya dam atau pintu pengendali aliran air. Kerugian yang ditimbulkan akibat banjir, antara lain, hilangnya lapisan permukaan tanah yang subur karena tererosi aliran air, rusaknya tanaman, dan rusaknya berbagai bangunan hasil budidaya manusia. Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang hampir setiap musim penghujan melanda di beberapa wilayah di Indonesia.
  • Tanah Longsor; dapat terjadi akibat proses alam ataupun karena dampak kecerobohan manusia. Bencana alam ini dapat merusak struktur tanah, merusak lahan pertanian, pemukiman, sarana dan prasarana penduduk serta berbagai bangunan lainnya. Peristiwa tanah longsor pada umumnya melanda beberapa wilayah Indonesia yang memiliki topografi agak miring atau berlereng curam.
  • Kemarau Panjang; penyimpangan iklim yang terjadi di suatu daerah sehingga musim kemarau terjadi lebih lama dari biasanya. Bencana ini menimbulkan banyak kerugian, seperti mengeringnya sungai dan sumber-sumber air, munculnya titik-titik api penyebab kebakaran hutan, dan menggagalkan berbagai upaya pertanian yang diusahakan penduduk.
  • Badai atau Angin Topan ; Bencana alam ini pada umumnya merusakkan berbagai tumbuhan, memorakporandakan berbagai bangunan, sarana infrastruktur dan dapat membahayakan penerbangan. Badai atau angin topan sering melanda beberapa daerah tropis di dunia termasuk Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia pernah dilanda gejala alam ini. Salah satu contoh adalah angin topan yang melanda beberapa daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Aktivitas Manusia

a. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar (polutan) yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan. Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu :

  1. Pencemaran Udara; ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin pesawat terbang atau roket. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain, berkurangnya kadar oksigen (O2) di udara, menipisnya lapisan ozon (O3), dan bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak dan mencemari air, tanah, atau tumbuhan. Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara, antara lain: Terganggunya kesehatan manusia, misalnya batuk, bronkhitis, emfisema, dan penyakit pernapasan lainnya, rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi pada logam, dan memudarnya warna cat, terganggunya pertumbuhan tanaman, misalnya menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi gas SO2 yang tinggi di udara, adanya peristiwa efek rumah kaca yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub dan terjadinya hujan asam yang disebabkan oleh pencemaran oksida nitrogen.
  2. Pencemaran Tanah; disebabkan karena sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman. Dampak rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat diolah atau dimanfaatkan.
  3. Pencemaran Air; terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti deterjen, pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu, tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi atau pencemaran. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk, tercemarnya air tanah, air permukaan, dan air laut. Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran air antara lain : Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen, Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi), Pendangkalan dasar perairan, Punahnya biota air, misal ikan, yuyu, udang, dan serangga air, Munculnya banjir akibat got tersumbat sampah, dan menjalarnya wabah muntaber.
  4. Pencemaran Suara; menimbulkan efek psikologis dan kesehatan bagi manusia, antara lain, meningkatkan detak jantung, penurunan pendengaran karena kebisingan (noise induced hearing damaged), susah tidur, meningkatkan tekanan darah, dan dapat menimbulkan stres. Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang memiliki kekuatan > 80 desibel. Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, mesin kereta api, mesin jet pesawat, dan instrumen musik.
b. Degradasi Lahan

Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang tidak peduli dengan keseimbangan lingkungan. Bentuk degradasi lahan seperti:

  • Lahan kritis. Terjadi karena praktik ladang berpindah ataupun karena eksploitasi penambangan yang besar-besaran.
  • Kerusakan ekosistem laut. Terjadi karena eksploitasi hasil-hasil laut secara besar-besaran, misalnya menangkap ikan dengan menggunakan jala pukat, penggunaan bom, atau menggunakan racun untuk menangkap ikan atau terumbu karang. Rusaknya terumbu karang berarti rusaknya habitat ikan, sehingga kekayaan ikan dan hewan laut lain di suatu daerah dapat berkurang bahkan punah.
  • Kerusakan hutan. Terjadi umumnya karena ulah manusia seperti penebangan liar, kebakaran hutan, dan praktik peladangan berpindah. Kerugian yang ditimbulkannya misalnya punahnya habitat hewan dan tumbuhan, keringnya mata air, serta dapat menimbulkan bahaya tanah longsor dan banjir.
E. Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup

Upaya melestarikan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Dalam hal ini, usaha pelestarian lingkungan hidup tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Pada pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat digunakan sebagai payung hukum bagi aparat pemerintah dan masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup. Beberapa upaya melalui kebijakan pemerintah untuk pelestarian lingkungan antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan- Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  • Surat Keputusan Menteri Perindustrian No. 148/11/SK/4/1985 tentang Pengamanan Bahan Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri.
  • Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
  • Pembentukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) pada tahun 1991.
Beberapa upaya pelestarian lingkungan dapat pula dilakukan dengan cara berikut ini:

  • Mengolah tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan, serta mengatur sistem irigasi atau drainase sehingga aliran air tidak tergenang.
  • Memberikan perlakuan khusus kepada limbah, seperti diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, agar tidak mencemari lingkungan.
  • Melakukan reboisasi pada lahan-lahan yang kritis, tandus dan gundul, serta melakukan sistem tebang pilih atau tebang tanam agar kelestarian hutan, sumber air kawasan pesisir/pantai, dan fauna yang ada di dalamnya dapat terjaga.
  • Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri yang ramah lingkungan.
  • Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran.
Sementara itu, sebagai seorang pelajar atau mahasiswa, ada beberapa hal yang dapat kalian lakukan sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut:

  • Menghemat penggunaan listrik, air, dan BBM
  • Menghemat penggunaan kertas dan pensil
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang,
  • Menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan.
BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Lingkungan hidup sebagai bagian yang mutlak dari kehidupan manusia memiliki tiga unsur penting yaitu Unsur hayati (biotik), Unsur Sosial budaya, dan Unsur Fisik (abiotik). Urgensi lingkungan hidup bagi kehidupan manusia dapat sebagai tempat tinggal, tempat mencari makan, tempat beraktivitas dan sebagai tempat hiburan. Tetapi semuanya itu tidak dapat di lakukan jika lingkungan itu rusak, baik faktor dari alam maupun faktor dari manusia sendiri. Untuk itu kita harus melakukan berbagai upaya agar lingkungan kita bersih dan layak di tempati.

B. Saran

Diharapkan peran serta berbagai pihak untuk melestarikan lingkungan sekitar, agar kita dapat memiliki lingkungan yang bersih dan layak untuk di tempati.

Demikian contoh makalah tentang lingkungan hidup, di posting selanjutnya kami berupaya menyajikan contoh-contoh lain dengan tema yang lebih variatif. Semoga bermanfaat bagi para pembaca setia blog tipsserbaserbi.

Contoh Makalah Pendidikan Anak Usia Dini

Sebagai bahan referensi, berikut ini admin berbagi Contoh makalah pendidikan anak usia dini atau yang disingkat PAUD. Sebagai program studi yang terbilang baru di perguruan tinggi, sangat diperlukan rujukan yang memadai terkait dengan berbagai problematika yang dihadapi dalam pendidikan anak usia dini.

Contoh makalah PAUD berikut ini semoga menjadi salah satu masukan bagi para mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas kuliah atau menambah wawasan. Dalam Contoh makalah pendidikan anak usia dini berikut kami mengangkat tema “Urgensi Cerita Terhadap Pembentukan Pribadi Anak”

A. PENDAHULUAN

Jauh sebelum kebudayaan Barat menggunakan dunia pendidikannya meng?Amati & mempelajari perkembangan anak, dan pada berbagai kebudayaan tadi baru terwujud psikologi & ceritera rakyat mengenai anak, kebudayaan Islam dengan ajaran kepercayaan fitrah telah mengatur kehidupan ini sinkron dengan fitrah manusia yang meliputi pula pelaksanaan pendidikan anak.

Berbeda dengan kebudayaan Barat, maka kebudayaan Islam telah mempersatukan metode ilmu pengetahuan dan kemampuan rasio, menggunakan pemikiran yg metafisik & perasaan subjektif. Kaidah?-kaidah logika dan kemampuan ilmu pengetahuan oleh Islam dipersatukan dengan suatu ikatan ketentuan kepercayaan menggunakan dasar kebudayaan yg erat sekali (Haekal, 1992). Hal ini disebabkan karena agama & kebudayaan yang telah dibawa Muhammad SAW kepada umat insan melalui wahyu Tuhan itu begitu terpadu sehingga merupakan keteladanan bagi corak kehidupan tadi.

Contoh Makalah Pendidikan Anak Usia Dini Disamping berita tersebut, dalam konteks makalah ini perlu disebut pula bahwa sangat harmonis menggunakan pemikiran Islam buat menyatukan kemampuan rasional dan ilmu pengetahuan menggunakan dimensi perasaan & metafisika, maka dalam mengamati & menilai konduite & pribadi anak, pendekatan generik primer merupakan pendekatan berdasarkan pengukuran objektif perilakunya, disamping aspek subjektif menurut pengalaman pribadinya (Jersild, 1975). Kedua dimensi ini masing-masing tercakup pada kehidupan ilmiah objektif dan daerah afektif & metafisik.

B. URGENSI CERITA PADA ANAK

Kalau Piaget sebagai tokoh pendidik, psikolog & matematikus Barat telah menilik perkembangan evolusionistis anak secara sekuensial (berurutan), & telah menemukan kecenderungan dan termin per?Kembangan yang universal dan prinsip-prinsip generik, maka pakar tersebut kurang memerhatikan lingkungan kebudayaan, latar belakang famili dan riwayat unik serta pengalaman-pengalaman subjektif anak (Jersild, 1975). Namun penelitian terkini para humans sudah menjajagi aneka macam taraf "pengertiandanquot; tentang anak dengan meninggalkan pengukuran & pengamatan objektif semata. Bahkan, pengkajian anak secara saintifik menggunakan penyimpangan minimal terhadap interpretasi penghayatannya memerlukan pendekatan yg subjektif dalam arti memahami (verstehen) anak sedemikian, sebagai akibatnya dapat menerobos ke pada (penetrate into) penghayatan pengamalannya. Satu-satunya jalan adalah "memasuki dunia anak itu melalui cerita sesuai menggunakan dunia anak," sebagai akibatnya terjadi rendezvous & keter?Libatan emosi, pemahaman & keterlibatan mental antara yg bercerita menggunakan anak. Dengan demikian, terwujudlah pengalaman dua sisi (two-sided experience) antara yang bercerita dengan si anak.

Cerita adalah wahana yg digdaya buat mewujudkan pertemuan (encounters) misalnya itu. Keasyikan dalam menyelami substansi cerita, apalagi di pencerita bisa demikian dalam menyelami materinya sebagai akibatnya memasuki dunia minat (center of interest) anak tersebut, & membuat apa yang sang Maslow (1968), dianggap penghayatan pengalaman yang paling mendalam (peak-experience).

Terjadinya rendezvous tersebut adalah peluang buat meng?Inkorporasikan segi-segi pedagogic dalam ceritera tadi, sehingga tanpa disadari cerita tadi mempengaruhi perkembangan pribadi?Nya, membentuk sikap-perilaku moral dan keteladanan.

C. PENGARUH CERITA MALAIKAT JIBRIL TERHADAP KEPRIBADIAN ANAK

Pada suatu ketika, tahun 1985 yang lalu, ada serombongan mak pengajian berdasarkan golongan "elit atasdanquot; beribadah Umroh pada bawah bimbingan bunda guru ngaji menjadi mutawifnya. Pada hari pertama thawaf, menggunakan tujuh kali mengelilingi Ka'bah orang sudah mulai berdesakan buat mencium batu Hajar-al-Aswad. Tua muda, laki?Perempuan , orang yg berbadan besar -kecil, terutama orang Afrika yang berbadan besar , yang berkeringat sehingga bau keringatnya menyengat ke mana-mana, saling mendorong. Seorang bunda pada antara rombongan mak -mak itu tidak hingga hati mencium batu Hajar-al?Aswad tersebut, lantaran didorong dan didesak oleh grup orang Afrika, serta merasa relatif jijik terhadap mereka, sedangkan ibu lainnya, semua berhasil, paling nir memegang batu Hajar-al-Aswad. Malam hari setelah sholat isya rombongan berkumpul buat dibrief oleh gurunya. Maka berceritalah ibu pengajar tadi.

"Menurut Haekal (1992); kaum Muslimin yg mula-mula karena permusuhan yang begitu bengis berdasarkan pihak Quraisy terhadap segala sesuatu yg melanggar paganisma, masih melakukan sholat yang sembunyi-sembunyi. Keadaan serupa ini berjalan selama 3 tahun, ad interim Islam bagaimanapun juga tambah meluas, terutama pada kalangan penduduk Mekkah. Wahyu yg tiba kepada Muhammad SAW makin memperkuat iman kaum Muslim.

Pada suatu saat dakwah itu berkembang sampai Madinah. Saudagar-saudagar & kaum bangsawan yang sudah mengenal arti kesucian, telah menyadari arti kebenaran, pengampunan, dan arti rahmat mulai juga memasuki Masjid pada situ. Dengan kegembiraan & kebahagian diundangnya mereka memasuki bagian muka masjid tersebut oleh Rasullulah. Datanglah juga seorang pengemis buta sengsara memasuki masjid itu, akan duduk di kalangan orang terkemuka warga tersebut. Agak ragu tadinya saudagar dan kaum bangsawan menyilahkan orang tadi menyandingi mereka, tetapi alangkah kagetnya ternyata pengemis tersebut menjelma sebagai Malaikat Jibril. Dengan lemah lembut Muhammad SAW membicarakan bahwa ?Kasih saying Al-Khalik Pencipta alam semesta ini adalah pula bagi kaum sengsara, kaum lemah, & bahwa ajaran Islam merupakan bagi kaya dan miskin, seluruh orang yg punya juga tidak punya, yang beriman kepada-Nya."

Ibu berdasarkan rombongan elit yang berumroh tersebut tergoda & sadar diri. Anehnya, pagi harinya, saat rombongan bunda-ibu tersebut berthawaf lagi, ia bisa menggunakan mudah mencium batu Hajar-al-Aswad. Rupanya Tuhan sudah menaruh kebesaran hati pada hambaNya yg menyerahkan hidup semesta ini ke dalam diriNya dan ke dalam jantung kehidupan masing-masing.

Apa yang dialami oleh bunda tersebut pada Mekkah Mukarromah kemudian diceritakan pada putri-putrinya yg berpengaruh amat mendalam pada perkembangan eksklusif anak-anaknya.

D. PENGARUH KEBUDAYAAN ASING TERHADAP KEPRIBADIAN ANAK

Keluarga merupakan media awal anak mengenal lingkungannya, menurut mana dia bergerak untuk mengadakan eksplorasi (penjelajahan) dan menemukan sifat, sikap, & kemampuanya pada membedakan berbagai objek di pada lingkungannya. Interaksi antara lingkungan & faktor hereditas akan berlanjut dalam tumbuh kembang anak dan fungsi keluarga merupakan terutama membangun komunikasi 2 arah pada keterlibatan mental, sosial, emosional, dan mengatasi banyak sekali perkara anak-anaknya. Tugas keluarga ini lalu sebagian dialihkan pada sekolah sebagai "perpanjangan" lingkungan rumah. Hubungan dan komunikasi 2 arah pada keterlibatan sosial, emosional & mental menjadi dasar dari pembelajaran formal di sekolah. Lingkungan rumah atau sekolah yg "salah" (adverse) bisa merusak bahkan menghambat perkembangan anak, betapa pun secara genetis ia berpotensial. Contoh nyata adalah anak yatim piatu dalam panti asuhan atau anak yang dari menurut famili yang sibuk yang tidak mengenal kasih sayang, tidak terpenuhi dorongan emosionalnya & dilingkupi sang ketidakpedulian lantaran kesibukan masing-masing anggota famili rumah tangga, ataupun kekurangpedulian gurunya & atau orang tua terhadap tumbuh kembang muridnya. Adakah mengherankan bahwa anak pada rumah lalu memalingkan per?Hatiannya ke media elektronik yang diklaim TV, dari mana ia memeroleh macam-macam pengalaman karena tersaji dalam "bahasa internasional," bahasa yg dapat ditangkap anak & memengaruhi kehidupan kejiwaannya dalam suatu situasi kekosongan nilai.

Kini menggunakan adanya banyak sekali TV partikelir & masuknya budaya asing melalui parabola, maka menggunakan mudah terjadi dampak kebudayaan asing setiap harinya kepada kita. Bagi anak-anak aneka macam ceritera kebudayaan asing merupakan "makanandanquot; sehari-hari. Meskipun media TV merupakan bukti nyata kemajuan teknologi, ada imbas yang kurang balk selain menurut dalam pengaruh yang positif berdasarkan pengamatan TV tersebut. Dampak bertenaga sekaligus dalam indera pendengaran dan penglihatan kita, selain dalam aneka macam acara pendidikannya memberikan dampak positif, pula menjadi "teladandanquot; pada berbagai contoh langsung yang ditayangkan itu. TV hadir pada mana-mana, ia mendekatkan yg jauh dan menjauhkan yang dekat dan bisa menambahkan banyak sekali emosi positif maupun negatif. Positif, bila ada model dampak yg baik pada menumbuhkan harkat dan prestise dan kesan-kesan yg berdampak baik terhadap persepsinya mengenai ayah, mak , guru atau sahabat-temannya. Negatif, bila menayangkan tayangan anti sosial & kekejaman. Era globalisasi telah merambah ke dalam rumah-tempat tinggal masyarakat Indonesia golongan mana pun & keluarga yg terjepit antara perkembangan teknologi & arcs globalisasi yang nir bisa menjalankan manfaatnya buat menampung penghayatan anggota keluarganya pada merefleksikan balik berbagai kejadian, dan hubungan antara sesama insan, manusia dengan insiden, maupun insan & objek sekitarnya. Karenanya masyarakat sangat mendambakan sekolah sebagai "mitranya" dan sesama pusat pendidikan dalam menjalankan fungsi tadi.

Terlepas menurut dampak positif yg terkait menggunakan perluasan wawasan pengetahuan, banyak sekali imbas cerita asing jika meliputi hal-hal yang negatif (tayangan kekerasan, seks, dan anti sosial lainnya), akan meracuni kehidupan kejiwaan anak.

Oleh karenanya terdapat beberapa langkah yg dapat disarankan pada sini, diantaranya: karena imbas tersebut datangnya terutama menurut media elektronik, yg "ancaman bahayanyadanquot; berdampak lebih besar menurut bacaan, karena selain tak jarang lebih menarik, pula lebih gampang dicerna sebab disertai gambar-gambar sehingga nir perlu banyak berpikir, maka bisa disarankan antara lain:

  • Dampingi anak-anak pada kala menonton tayangan yang tidak dimaksudkan untuk anak.
  • Batasi anak menontonTV pada jam-jam yang sesuai. Bila centanya cerita asing, berikan penjelasan-penjelasan untuk disesuaikan kepada kehidupan di Indonesia.
  • Usahakan juga menyajikan cerita-cerita Indonesia yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan tentang kebaikan dan keburukan seperti Bawang Putih, Bawang Merah, dan sebagainya.
  • Teroboslah (penetrate) dunia anak untuk selalu menjaga agar kita dapat mengikuti perkembangannya.
Bagaimana pun juga berbagai pengaruh kebudayaan asing dengan meningkatnya teknologi yang begitu cepat tidak dapat terelakkan, namun tidak boleh kita tidak mempersenjatai anak kita menghadapi infiltrasi tersebut.

E. PENUTUP

Pentingnya cerita dalam anak, terutama ceritera yg bernilai tauhid dan akhlak anak mendekatkan anak dalam nilai-nilai fitrahnya, serta

menumbuhkembangkannya secara lumrah buat beriman pada Allah. Selain itu, menggunakan mengenalkan anak akan pribadi & pengalaman hayati Rasulullah

SAW, maka keteladanan pribadi Rasul kita akan menaruh peluang pada anak buat menumbuhkan perilaku nrimo dan kesediaan tawakal tanpa dipaksakan.

Sebaliknya, cerita asing dapat berpengaruh positif & negatif. Pengaruh positif terkait dengan ekspansi wawasan pengetahuan, sedangkan imbas negatif terjadi apabila mengandung unsur kekerasan seks & anti sosial yang akan meracuni kehidupan kejiwaan anak.

Dalam dunia yang serba terkini & masyarakat industri dan pasca industri yang serba canggih ini mempertemukan ketua (c.Q.Rasio), menggunakan istilah hati, menerobos global logika dan anasir perasaan & dimensi metafisik akan berakibat keserasian jiwa mencapai keikhlasan.

Keikhlasan tidak berarti mengabaikan segala sesuatu yang berharga terperosok nilainya oleh karena kita lepaskan begitu saja (Hasan, F., 1975). Sebaliknya, keikhlasan justru meninggikan nilai sesuatu yang kita lepaskan berdasarkan keakuan, buat dipercayakan pada lindungan yg lebih Agung, yaitu dalam Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA

  • Haekal, M. H. 1992. Sejarah Hidup Muhammad, cetakan ke 14. Jakarta: Lentera Antar Nusa.
  • Hasan, F., 1975. Pengalaman Seorang Haji, Perlawatan ke Haramain. Jakarta: Bulan Bintang.
  • Jersild, A.T. 1976. Child Psychology, seventh edition, USA: Prentice Hall.
  • Maslow, A. H. 1968. Toward a Psychology of Being. New York: Van Nostrand.
  • Semiawan, C. 1997. Pengaruh TV terhadap Kenakalan Remaja. Seminar LIPI.
  • Semiawan, C. 1994. Urgensi Cerita terhadap Pembentukan Pribadi Anak. Jakarta: Seminar Forum Taushiyah Muslimah V LDK Musholla Mahasiswa IKIP Jakarta: 21 Maret.
Itulah secara sederhana Contoh makalah pendidikan anak usia dini. Makalah lainnya dapat dilihat contohnya pada makalah pendidikan anak usia dini - contoh dua yang mengambil tema: Menemukan Sifat Genius Dalam Diri Setiap Anak.

Selasa, 16 Juni 2020

Pengertian Good Governance dan Karakteristiknya

Pengertian good governance dapat diterjemahkan sebagai cara mengelola urusan-urusan publik dengan baik. Lebih lanjut, Word Bank memberikan definisi governance sebagai “the way state power is used in managing economic and social resources for development of society”. Sedangkan pengertian good governance menurut United Nation Development Program (UNDP) yakni sebagai “the exercise of political, economic and administrative authority to manage a nation’s affair at all levels”.

Berdasarkan definisi tersebut bisa dipahami bahwa, Word bank lebih menekankan dalam cara pemerintah mengelola sumber daya sosial dan ekonomi buat kepentingan pembangunan warga , sedangkan UNDP lebih menekankan pada aspek politik, ekonomi, dan administratif dalam pengelolaan negara. Istilah lain yang menggunakan istilah ini misalnya ?Political governance? Mengacu dalam pembuatan kebijakan (policy/strategy formulation), & ?Economic governance? Yang mengacu dalam proses pembuatan keputusan pada bidang ekonomi yang berimplikasi dalam perkara pemerataan, penurunan kemiskinan, dan peningkatan kualitas hidup. Sedangkan kata ?Administrative governance? Mengacu pada sistem implementasi kebijakan.

Pengertian Good Governance dan Karakteristiknya

Mengacu pada definisi yang dikemukakan Word Bank dan UNDP, orientasi pembangunan sektor publik adalah untuk menciptakan good governance. Pengertian good governance sering diartikan sebagai kepemerintahan yang baik. Sementara itu Word Bank mendefinisikan good governance sebagai suatu penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi, dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun secara administratif, menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and political frame work bagi tumbuhnya aktivitas usaha.

Karakteristik Good Governance

Menurut UNDP, ciri pelaksanaan good governance yg mencakup :

  1. Participation, yaitu keterlibatan masyarakat dalam pembuatan keputusan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui lembaga perwakilan yang dapat menyalurkan aspirasinya. Partisipasi tersebut dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara konstruktif.
  2. Rule of Law, yakni kerangka hukum yang adil dan dilaksanakan tanpa pandang bulu.
  3. Transparency, karakteristik ini dibangun atas dasar kebebasan memperoleh informasi. Informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik secara langsung dapat diperoleh oleh mereka yang membutuhkan.
  4. Responsiveness, lembaga-lembaga publik harus cepat dan tanggap dalam melayani stakeholders.
  5. Concensus Orientation, berorientasi pada kepentingan masyarakat yang lebih luas.
  6. Equity, setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh kesejahteraan dan keadilan.
  7. Efficiency and effectiveness, pengelolaan sumber daya publik dilakukan secara berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif).
  8. Accountability, pertanggunjawaban kepada publik atas setiap aktivitas yang dilakukan.
  9. Strategic Vision, penyelenggara pemerintahan dan masyarakat harus memiliki visi jauh ke depan.
Karakteristik Good Governance Di Indonesia

Karakteristik Good Governance di Indonesia terutama dikenal melalui Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Layak atau AAUPL. Seiring menggunakan perjalanan waktu & perubahan politik pada Indonesia, asas-asas ini kemudian timbul dan dimuat dalam suatu undang-undang (Ridwan : 2006), yaitu UU No. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggara Negara yg Bersih dan Bebas berdasarkan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Dengan format yang tidak sama menggunakan AAUPL berdasarkan negeri Belanda, dalam Pasal 3 UU No. 28 Tahun 1999 disebutkan beberapa asas generik penyelenggara negara, yaitu:

  1. Asas kepastian hukum; yaitu asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggara negara
  2. Asas tertib penyelenggara negara, yaitu asas yang menjadi landasan keteraturan, keserasian dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggara negara
  3. Asas kepentingan umum, yaitu asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, dan selektif
  4. Asas keterbukaan, yaitu asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara
  5. Asas proporsionalitas, yaitu asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban penyelenggara negara
  6. Asas profesionalitas, yaitu asas yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  7. Azas Akuntabilitas, yakni asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Demikian uraian Pengertian good governance & karakteristiknya baik menurut World Bank maupun menurut UNDP. Semoga dapat menambah wawasan pembaca.

Makalah Pendidikan Anak Usia Dini - Contoh 2

Artikel berikut ini merupakan tema lain dari contoh Makalah Pendidikan Anak Usia Dini yang sebelumnya mengambil tema “Urgensi Cerita Terhadap Pembentukan Pribadi Anak”.

Contoh makalah pendidikan anak usia dini di bawah ini mengangkat konflik yg berkaitan dengan perkembangan anak usia dini yaitu: ?Menemukan Sifat Genius Dalam Diri Setiap Anak?. Dengan asa semakin menambah khazanah para pembaca khususnya yang berhubungan dengan Pendidikan Anak Usia Dini baik usia pra sekolah hingga sekolah dasar.

I. PENDAHULUAN

Mungkin judul ini terlalu optimis sebab yg dimaksudkan dengan setiap anak merupakan setiap anak normal. Normalitas mental adalah limit-limit akseptabilitas yang ditentukan oleh sistem kependidikan. Anak yang normal mentalnya memiliki kemungkinan genius dalam dirinya, yang jika digali, mampu ditemukan yg paling baik (yg unggul tetapi belum tampak) pada diri anak (hidden excellence in personhood). Kesadaran ini adalah suatu langkah permulaan mengatasi kemelut pendidikan, satu pada antara berbagai masalah yang kini dihadapi oleh negara & bangsa kita pada era reformasi ini.

Makalah Pendidikan Anak Usia Dini - Contoh 2

II. ERA REFORMASI DAN PERANAN PENDIDIKAN

Marilah kita mengintip sekejap ke syarat warga yang pada kala ini mengalami pergolakan yg luar biasa. Perubahan & perbaikan?Nya ke arah terwujudnya warga demokratis tidak bisa dicermati ter?Tanggal dart perubahan global global pada memasuki era reformasi. Sementara dengan terjadinya krisis kepercayaan yang ditujukan pada sistem & struktur pemerintahan, timbul bayangan disintegrasi bangsa dan situasi khaos. Dalam situasi itu pula anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa wajib tetap belajar meneruskan sekolahnya buat menjadi anggota masyarakat yg bukan saja berguna, me?Lainkan jua baik & cerdas, yang sanggup membentuk warga ?Nya. Oleh karenanya, kita harus menoleh dalam seluruh sumber sekolah (wahana, prasarana, media, fasilitas) yg masih tersedia buat dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin. Kita harus mencari kesempatan untuk pendidikan & pembangunan negara kita agar sanggup meng?Ubah berbagai kendala yg kini dialami menjadi peluang (turning obstacles into opportunities).

Tetapi, kesempatan & kemampuan tersebut nir tiba menggunakan sendirinya, apalagi bila prestise kehidupan manusia tidak dipakai menjadi pertimbangan. Martabat insan menuntut kemerdekaan juga kesamaan (equality), 2 karakteristik yang terkait satu dengan lamnya dan bermuara pada suasana demokratis di rumah & pada masyarakat dalam umumnya. Cara hidup yang teratur demi martabat manusia adalah sisi yg secara bersamaan dibina menggunakan segi spiritual dalam suasana kebebasan (kemerdekaan). Pembinaan tersebut bermula berdasarkan rumah, dari orang tua, & wajar bagi seorang ibu betapa pun profesi dan karirnya memegang peranan krusial pada hidupnya, buat menaruh tabrakan pendidikan pertamanya pada pikiran seseorang anak yg bersifat hangat dan manusiawi, sebelum si anak mengenal pendidikan yang bersifat terlembaga dan resmi.

Memang wajib diakui bahwa setiap anak lahir menggunakan bakat, kemampuan, bakat dan sikap & sifat yang tidak selaras. Meskipun demikian sifat dan pembawaan anak mana pun menyerap emosi dan semua gambaran humanisme dari orang tuanya, terutama menurut ibunya.

Orang tua dalam umumnya berkeingman agar anaknya menjadi manusia bermanfaat & cerdas serta sukses pada gerak rakyat. Tetapi, berbagai penelitian memperlihatkan (Goleman, 1996) bahwa IQ yg tinggi belum tentu melahirkan sukses pada gerak warga . Potensi anak yang sangat majemuk dalam aneka macam bidang dan banyak sekali taraf inteligensi, yang dibesarkan juga dalam aneka macam syarat ekonomi sosial, psikologi, budaya serta alam biologis yang tidak sinkron wajib dipenuhi kebutuhannya supaya pembinaannya terjadi sesuai tingkat perkembangannya (developmentally appropriate practice).

III. PARADIGMA BARU PENDIDIKAN MEMASUKI ABAD KE-21

Bagaimana sistem pendidikan, terutama sistem pra sekolah atau pendidikan anak usia dini harus menghadapi populasi sasaran yang begitu heter ogen dalam mengatasi masalah yang begitu kompleks di dalam masyarakat kita? Begitu kompleks masalahnya terutama juga masalah pendidikan kita, sehingga memperlihatkan berbagai liku-liku dengan kelemahan dari sudut mana pun kita melihatnya. Jelas salah satu kelemahan yang kini secara menyolok teramati adalah sistem pendidikan kita yang ikut bertanggung jawab terhadap karakteristik lulusan sekolah, lulusan sekolah kita itu yang kini belum memperlihatkan kemampuan untuk mengatasi krisis kepercayaan, krisis ekonomi, dan krisis politik.

Untuk memfokuskan pribadi dalam permasalahannya: adakah sistem pendidikan, atau lebih tegas lagi, adakah kurikulum yang sanggup menghasilkan lulusan yg tidak saja berinteligensi tinggi melainkan juga nir mudah putus asa, mempunyai ukuran ketahan?Malangan (adversity Quotient) yg tinggi beyond their potential, mampu dan mau bekerja keras untuk bangsa dan negaranya, dan above all permanen mempertahankan martabatnya secara manusiawi (human) dalam abad yg penuh godaan di aman kebaikan yg dikejar dalam warga terutama berkiblat dalam materi belaka.

Abad ke-21 yang baru kita masuki yg dianggap abad yg dilandasi sang konsep Universal Giftedness adalah abad yang mempunyai kemungkinan membangun peradaban yang dihuni oleh warga yang terdiri atas individu-individu yg mempunyai unlimited capacity pada mencapai perwujudan sifat yg baik maupun kecerdasan & ketekunan mengatasi masalah.

Bila kita mengamati sistem pendidikan negara tetangga, maka perlu diakui bahwa tetangga kita jauh lebih siap memasuki milenium ketiga. Peserta didiknya bukan saja mengalami keasyikan (enjoy) dalam pembelajarannya, melainkan pula excited, diantaranya karena bisa mengalami akselerasi pembelajaran dalam setiap jenjang pendidikan dengan 1/3 ketika yang secara umum diharapkan untuk penyelesaian jenjang pendidikan itu. Enjoyment itu membawa rasa puas, kebaikan, toleransi dan tanggung jawab, sedangkan excitement membawa motivasi belajar, peningkatan rasa ingin tahu.

IV. DAMPAK PENELITIAN NEUROSCIENCE TERHADAP KURIKULUM SEKOLAH

Akhir-akhir ini sekolah-sekolah di negeri kita yang tercinta ini sibuk menyebarkan dirt menjadi "sekolah plusdanquot;, namun sebenarnya tidak jelas spa & bagaimana sekolah plus itu, lantaran shift ke paradigma baru kependidikan belum tampak.

Paradigma baru kependidikan sebagai bush penelitian dalam neuroscience (Clark, 1986) didasarkan dalam asumsi bahwa insan mempunyai kemampuan nir terbatas untuk belajar (limitless capacity to learn) & dengan demikian mempunyai kemampuan yg luar biasa buat mencipta & produktif menggunakan landasan spiritual mengenai keagungan hayati, bukan penginjakan harkat kahidupan. Kerangka pikirnya adalah bahwa dengan perkiraan tiada terbatasnya keberbakatan setiap orang (limitless expectancy of the giftedness of each person), setiap orang jua memiliki keunikan keragaman yag seharusnya ditinjau sebagai kekuatan, bukan suatu defisit, & karena itu wajib dibuat belajar terintegrasikan (integrated learning) menjadi proses pembelajaran yg keseluruhan yang dapat memenuhi aneka macam kebutuhan pembelajaran. Sebab (integrated learning) berdasarkan pada pem?Belajaran penelitian otak yg ternyata bisa memekarkan aneka macam aspek inteligensi menjadi intelegensi jamak (multiple intelligence, Tagle, 1990). Kerangka pikir yg dibangun membentuk sistem pendidikan inclusive, metode pendidikan yg sinkron (compatible education) berdasarkan pembelajaran menggunakan otak yg cocok (brain compatible learning). Compatible education melalui integrated learning menjaga keseimbangan antara impak arus dunia pada syarat lokal buat mempertahankan & berbagi kepentingan lokal, tats cara hidup dan budaya bangsa. Dengan demikian, anak?Anak kita meskipun exposed terhadap pengalaman globalisasi warga tidak akan terpelanting & "tercabut menurut akarnya".

Kurikulum menurut integrated learning dipangkas volumenya hingga kurang 30% (misalnya diantaranya terjadi pada Singapura). Langkah yang berikutnya merupakan evakuasi cara mengajar yg merupakan langkah berdasarkan perencanaan jangka panjang. Pemotongan beban silabus membarui orientasi pendidikan yg sekarang masih berorientasi dalam materi (content-based). Content-based curriculum lebih mem?Fokuskan pada hapalan isi lebih jelasnya teknis sebagaimana masih menjadi ciri menurut kurikulum & pembelajaran kita sehingga kurang mengacu dalam proses berpikirnya.

Perubahan yg wajib terjadi bahkan terutama berorientasi dalam proses pembelajaran yg lebih bersifat project based, bukan saja process based, apalagi bukan terutama content-based. Pembelajaran misalnya ini jugs akan memberi peluang kepada peserta didik buat menyebarkan kemampuannya secara kreatif, berfikir kritis dan berpikir etis. Dengan demikian, lulusan pendidikan itu bukan saja memeroleh landasan buat bisa meraih peluang memeroleh pe?Kerjaan yg telah ads pada masyarakat, melainkan pula mengembang?Kan kemampuan kreatif sehingga antara lain dapat membentuk lapangan kerja. Hal tersebut makin penting di tengah maraknya PHK pada sekeliling kita yang pada tahun-tahun mendatang masih akan menghantui warga kita. Oleh karena itu, perubahan tadi merupakan sebagian menurut pengatasan perkara kita, karena akan ber?Pengaruh secara global terhadap aneka macam aspek kehidupan masyarakat.

Aria Jalil, atase kebudayaan kita pada Canberra, mengutip Freud, menyatakan: bekerja itu adalah susila, orang yg tidak bekerja, atau kehilangan pekerjaan merupakan orang yg peka terhadap datangnya pikiran yg nir susila & bahkan peka untuk terlibat pada pekerjaan yang nir susila, seperti mengusik, menarik hati, memalsu, mengambil, merebut, Mengganggu dan bahkan menjarah sesuatu yang bukan haknya, baik itu harta, nyawa, kebebasan maupun kehormatan (dignity).

Sekolah yang membentuk lulusan yg bisa membangun lapangan kerja, yaitu lulusan yg susila yang mampu berkreasi, memperjuangkan penghasilan yg berkecukupan tanpa menjatuhkan martabatnya (dengan melakukan kolusi dan korupsi) merupakan sekolah yang melatih perserta didiknya untuk berpikir kreatif pada mengatasi perkara melalui banyak sekali penugasan (projects) pada kehidupan nyata yang terkait secara integrated dengan berbagai topik esensial mata pelajaran tertentu yg relevan dalam menjelajahi lingkungannya. Dengan demikian, keunggulan potensial yang muncul dari keunikan dan keragaman individu akan memperoleh peluang lebih lugs buat terwujud karma adanya kecocokan pengalaman belajar & bakat, mencapai kemampuan intelektual yang secara substansial lebih tinggi, bahkan mencapai keunggulan. Ini berarti bahwa genius pada diri anak memilih pada an unlocking of capacity yg hanya sanggup terjadi dan ditemukan melalui kurikulum & cara belajar yang sama sekali berbeda menurut yang sekarang terjadi di sekolah-sekolah kita yg sebagian besar masih didasarkan dalam sistem yg "tradisional."

Dan ini juga berarti bahwa pendidikan yg bermula menurut rumah merupakan pengertian tentang arti dan tujuan hidup serta inovasi suatu cara hidup yg sahih & secara asasi sama bagi semua umat manusia, jua terutama bagi rakyat Indonesia yang sekarang meng?Hadapi era reformasi.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Clark, B. 1986. Growing Up Gifted. Columbia, USA: CE Merril Publishing Co.
  2. Jalil, Aria. 1998. Kurikulum Reformasi. Mencoba Berandai-andai (paper tidak diterbitkan), Canberra.
  3. Goleman, D. 1995. Emotional Intelligence. New York, USA: Bantam Books.
  4. Stolz, P.G. 1997. Adversity Quotient. The Most Important Factors in Achieving Success. New York, USA: Wiley & Sons.
  5. Tagle. 1990. A "Genius", in Every Child: The Paradigm Shift of Integrative Learning in Education and Productivity. Innotech Journal, vol XVI no. 1, January–June 1993. ISSN 0115-7418.
  6. Toynbee, A. and Daisaku, I. 1976. Perjuangan Hidup, Suatu Dialog. Jakarta: PT. Indira.
Demikian contoh makalah pendidikan anak usia dini dengan tema menemukan sifat genius pada diri setiap anak. Semoga bermanfaat.

Makalah - Hubungan Pendidikan Komputer Dan Kecerdasan Anak

Makalah berikut merupakan makalah yang masih berkaitan dengan pendidikan anak usia dini dengan judul “Peran Pendidikan Komputer Dalam Meningkatkan Kecerdasan Intelektual dan Emosional Anak

PENDAHULUAN

Di tahun 1997, pada waktu penulis menyajikan tulisannya dalam rangka seminar komputerkid (yang setiap tahun diadakan), mengenai impak personal komputer terhadap perkembangan inteligensi, telah dipaparkan akibat berdasarkan riset otak (brain-based research) terhadap pembelajaran dan perkembangan manusia dalam umumnya, serta khususnya terhadap perkembangan inteligensi.

Kesimpulannya merupakan bahwa dalam penggunaan komputer secara cerdas, maka secara reciprocal (timbal pulang) personal komputer pula me-reinforce perkembangan kecerdasan. Komputer sanggup memenuhi rasa ingin tahu manusia (curiosity adalah sifat spesial manusia). Selain itu, kecepatan, kecermatan, keterkinian warta dapat diperoleh melalui personal komputer . Dengan demikian, terjadi pengayaan fungsi otak, yang pada gilirannya menaikkan produksi sel neuroglial, yaitu sel spesifik yang mengelilingi sel neuron, sebagai akibatnya menambah aktivitas sel neuron. Mengingat bahwa "parik otakdanquot; itu diwujudkan sebagai hasil interaksl antarcetak biru genetic & pengaruh lingkungan, maka perlu dibahas lebih lanjut bagaimana membuahkan "pabrik" itu berfungsi lebih efektif, apalagi, lantaran menurut penelitian (Clark, 1986), sebagaimana sudah diungkapkan pada muka, otak tersebut hanya berfungsi lima%, sebagai akibatnya sebagian besar kabar nir digunakan. Pada gilirannya karena kerja fungsi inteligensi yang bersumber dari otak secara timbal balik dipengaruhi & menghipnotis pembelajaran, akan dipersoalkan sampai di mana pengaruhnya bagi peningkatan kecerdasan emosi pada anak.

Makalah - Hubungan Pendidikan Komputer Dan Kecerdasan Anak RISET OTAK (BRAIN-BASED RESEARCH)

Dalam banyak sekali media menjadi hasil penelitian riset otak dan sebagaimana sudah terungkapkan sebelumnya, otak insan waktu lahir terdiri atas 100-200 milyard sel otak, yg siap berbagi beberapa triliun informasi mencapai aktualisasi tingkat tertinggi potensi insan.

Neuron yang merupakan unit dasar otak, adalah sistem yang halus untuk information processing dan terdiri atas badan set, dendrit dan akson yang menerima dan mengirim beribu-ribu sinyal. Dendrit dan akson yang menerima dan mengirim beribu-ribu sinyal. Dendrit adalah semacam benang-benang halus ibarat pencabangan dari badan set yang berdekatan dan dihubungkan oleh akson sebagai transmitternya (penghubung). Jadi, aktivitasnya antara neuron dikerjakan oleh dendrit dari satu set dalam hubungannya dengan akson dari set yang lain. Kegiatan synaptic sebagaimana dipaparkan dua tuhun yang lalu, yang satu ke set yang lain, sebenarnya adalah "lokasi" mekanisme neural belajar dan memori, (Thomson, Beger & Berry, 1980 dalam Clark, 1986).

Memberi pengayaan pada lingkungan belajar, berarti meningkat­kan aktivitas synaptic dan pada gilirannya akan meningkatkan kualitas dan jumlah set glia. Glia adalah sel-sel khusus yang mengelilingi neuron dan memperkaya otak "menghabiskan bahan yang harus dibuang" dan merekat otak itu menyatu. Makin bertambah jumlah glia, makin cepat aktivitas glia dan makin meningkat kekuatan pertukaran impuls dari set yang satu ke set lain yang berakibat terhadap suatu pola pikir kompleks (Clark, 1986), yang dalampembelaj'aran unggul disebut eskalasi dari tingkat mental. Apabila aktivitas synaptic ini distimulasi, maka akan tercipta set khusus yang menyelimuti neuron yang disebut myelin, yang melindungi akson dan meningkatkan sinyal antarsel. Myelin pula yang menjadikan akson terlindung menyampaikan informasi yang dipercepat, yang pada gilirannya berakibat terhadap percepatan belajar (accelerated learning).

Di sampling temuan terhadap fungsi dan ciri belahan otak, yang sudah diutarakan di makalah yang lalu selanjutnya perlu ulasan tentang wawasan yang lebih lugs berkenaan dengan inteligensi yang tidak saja harus dikaji hasil kerja dan kinerjanya, tetapi juga proses dan strukturnya.

Pendapat ini mencakup juga temuan bahwa keberhasilan manusia diwujudkan melalui ragam domain yang berbeda, sehingga pengertian bahwa inteligensi merupakan kemampuan umum yang tunggal (overall single ability) sudah ditinggalkan. Gardner mengajukan adanya 8 inteligensi yaitu inteligensi linguistik, inteligensi logis­matematis, inteligensi visual-spatial, inteligensi musikal, inteligensi kinestetis badan, inteligensi interpersonal sosial, inteligensi intrapersonal, inteligensi naturalistik.

Semua kemampuan itu berfungsi dan berkembang berbeda dan melayani berbagai fungsi otak yang berbeda pula dan dikenal dengan Multiple Intelligences (MI). Namun, pada kala is berfungsi, kombinasi dari berbagai aspek pengalaman belajar yang terkait dengan bagian otak tersebut akan berfungsi secara bersamaan.

OTAK DAN KOMPUTER

Komputer adalah aparat yang bekerja ibarat otak elektronis. Sama seperti otak manusia, komputer terdiri atas beribu-ribu rangkaian (circuit) seperti pada otak beribu-ribu sel neuron yang satu dengan yang lain terkait. Sama seperti otak manusia dapat mengolah berbagai informasi, bahkan dengan kecepatan yang luar biasa. Namun, berbeda dari manusia proses tersebut tidak beranjak dari dirinya sendiri, melainkan harus diinstruksikan kepadanya. Ini yang disebut program komputer. Bila program itu sudah ada, berbagai informasi yang diperlukan oleh manusia dapat diberikan oleh komputer.

Kemajuan teknologi sudah sedemikian jauh sehingga berbagai kantor, sekolah, dan keluarga memiliki apa yang disebut suatu personal computer (PC), yang diciptakan untuk digunakan oleh perorangan. PC itu terdiri dari keyboard, untuk melaksanakan tugas menyampaikan informasi sesuatu, memory, untuk menggali informasi itu, dan satu unit pengolahan sentral (processor), untuk mengelola informasi itu sehingga muncul di layar monitor yang menamplikan hasil kerja komputer itu. Otak manusia berfungsi sama seperti fungsi kerja komputer (kompetensi komputer = computer competence). Rasional dari analogi tersebut adalah bahwa komputer secara fisik memiliki lima persamaan yaitu peralatan masukan (input device), kesatuan sistem (system unit), penyimpanan sekunder (secondary storage) dan peralatan komunikasi (communication device) yang mirip dimiliki oleh otak manusia ibarat sistem unit dengan jaringan urat saraf beserta indranya. Demikian otak adalah juga pusat bahasa, media pernyataan diri dan alai komunikasi. Kelebihan manusia adalah fungsi imajinatif­nya.

DAMPAK KOMPUTER TERHADAP PERKEMBANGAN INTELIGENSI

Analisis terhadap analogi berfungsinya otak dalam kaitan dengan perkembangan inteligensi dan berfungsinya komputer merupakan rasional mengapa penulis berani mengungkapkan bahwa komputer berpengaruh positif terhadap perkembangan inteligensi, bahkan men­jadikan eskalasi dalam kehidupan mental anak. Hal tersebut karena "kerja sama" antara komputer-otak-inteligensi yang satu dengan lain terkait mendorong (reinforce) manusia untuk makin tabu memenuhi curiosity, yang merupakan sifat khas manusia. Komputer di dalam kehidupan kini tidak terpisahkan dari berbagai kepentingan untuk memperoleh informasi cepat, cermat, lengkap, dan terkini. Demikian pun komputer membawa kita secara amat signifikan menyelesaikan berbagai persoalan berkat informasi yang dihadapinya.

Perkembangan ilmu pengetahuan yang menjalar ke seluruh dunia tidak dapat dibayangkan tanpa komputer. Pengayaan fungsi otak antara lain adalah karena interaksi otak dengan bekerjanya komputer. Berbagai kemampuan yang lain diungkapkan seperti: ekstrapolusi pikiran, biofeedback serta regulasi diri banyak terbantu karena berbagai latihan yang diperoleh di dalam penggunaan komputer.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengaruh komputer terhadap perkembangan inteligensi pada umumnya menguntungkan dan memenuhi tuntutan masa depan dalam meneruskan berbagai informasi yang meledak di seluruh dunia.

Tidak ada salahnya PC digunakan dengan program sesuai dengan umur anak-anak. Akhirnya, dalam menandai perbedaan antar­inteligensi manusia dan kemampuan komputer maka ada hal-hal yang sifatnya sangat manusiawi, seperti pengambilan keputusan, suatu proses berpikir pada tingkat tinggi yang hanya dapat dilakukan oleh manusia dengan memanfaatkan kemampuan inteligensinya dan menyatakannya dalam bahasa lambang (bahasa yang sampai dengan hari ini hanya dimiliki oleh manusia), dalam memberikan arti atau makna kepada persoalannya. Namun, demikian inteligensi itu ber­fungsi bila ada kerangka acuannya yaitu lingkungan dan perangkat social dengan segala ciri dan perilakunya. Pada pihak lain permainan abstrak (abstract games) melalui prosedur efektif yang perangkat peraturan memberi tabu kepada kita apa yang harus dilakukan pads saat-saat tertentu melalui bahasa formal yang lugas dan teliti, merupa­kan suatu kemampuan yang dapat kita temukan juga pads komputer.

Menjadikan bagian dari abad dan masyarakat yang dilandasi oleh informasi berarti bahwa kita harus mengembangkan kemampuan kita meraih informasi itu melalui keterampilan (dexterity), mengelola berbagai permasalahan yang kompleks, yang secara langsung akan kita alarm dalam realitas nyata. Media untuk itu adalah antara lain menguasi komputer dengan cerdas, yang akan dapat mewujudkan information super highway.

INTELIGENSI EMOSIONAL

Di mana tempat inteligensi emosional? Goleman (1996) dalam bukunya Emotional Intelligence menjelaskan bahwa, seperti sudah dinyatakan dalam makalah sebelumnya, dalam kehidupan mental seseorang ada 2 aspek, yaitu rasio dan emosi, yang masing-masing tidak pernah berdiri secara terpisah, melainkan dihayati secara bersamaan, bercirikan pemahaman dan kesadaran yang berasal dari otak yang berada di kepala (head) seseorang; sedangkan emosi yang bersifat kuat dan impulsif bersumber dari hati sanubari (heart) atau bahkan juga kata hati seseorang. Kata hati juga disebut firasat yang merupakan suatu pusat yang berfungsi mengatur emosi, dengan memberi sinyal amygdala (pangkal otak di bagian atas urat saraf tulang belakang) kepada jaringan saraf yang berhubungan dengannya.

Emosi berasal dari kata latin Motere, adalah suatu kondisi tergerak untuk berbuat (a state of being moved, and an impels to act). Dengan demikian, emosi memiliki beberapa komponen yaitu, gerak untuk bertindak, menghayati perasaan yang bersifat subjektif, dan kesadaran tentang emosi itu atau dengan kata lain, memiliki unsur subjektif, perilaku (behavioural), fisiologis.

Leventhal (dalam Strongman, 1996), mengalihkan paradigma tersebut dalam menjelaskan rasio dan emosi yang terkait dengan information processing sebagai berikut: ada 4 sistem yang terintegrasikan dalam model emosi ini, yaitu 1) Interpretasi sistem dalam mewujudkan penghayatan emosi, 2) Sistem ekspresif, yang merupakan umpan balik yang menandai kualitas subjektif emosi, 3) Sistem tindak instrumental dan 4) Sistem reaksi jasmaniah.

Teori ini didasarkan pada 7 asumsi, yaitu 1) Kajian emosi harus beranjak dari laporan verbal pengalaman subjektif, 2) Kondisi emosional adalah suatu bentuk kebermaknaan, sehingga kalau kognisi adalah makna, emosi membentuk kognisi, 3) Ada berbagai bentuk proses kognisi, 4) Kebermaknaan dibangun dalam sistem proses perseptual, 5) Emosi bisa berinteraksi dengan persepsi maupun kognisi abstrak, 6) Sistem kebermaknaan berkembang dan berubah, 7) Perlu sistem makna khusus.

Seperti sudah diketahui kurang lebih 90% dari seluruh sel saraf pada tubuh kita, berada di otak. Di lapisan teratas dari otak yang tebalnya 1/2 inci terkumpul berjuta-juta saraf yang disebut cortex, pusat pengelolaan yang kita pikirkan, rasakan, dan lakukan. Untuk memahami mekanisme yang dilahirkan oleh emosi dan kognisi, penting mengkaji sistem makna yang khusus.

KESIMPULAN MENYANGKUT ARITMATIKA MENTAL ANAK

Learning by doing adalah konsep yang beberapa dekade yang lalu dikemukakan oleh John Dewey dalam mengintrodusir cars belajar yang mencakup emosi, perilaku, dan fisiologi. Ternyata bahwa MA dapat mencakupi konsep ini. Konsep ini dikukuhkan dengan penelitian terhadap fungsi otak sebagai hasil interaksi antara cetak biru genetis dan pengaruh lingkungan.

Kalau IQ yang mengukur segi kognitif dalam kehidupan mental dapat meramalkan hasil belajar di sekolah, maka belum tentu keber­hasilan sekolah menandai keberhasilan dalam masyarakat. Emotional intelligence lebih meramalkan kemampuan mengendalikan diri, dapat menempatkan diri dalam situasi prang lain, serta mampu membaca pikiran orang lain. Rupanya hal-hal tersebut lebih menentukan dalam kehidupan masyarakat.

Sebagaimana dikemukakan di muka, otak menyimpan aspek­aspek yang berbeda di bagian-bagian yang berbeda pula dari beragam pengalaman. Amygdala adalah tempat disimpannya emosi akibat suatu pengalaman, extended amygdala merupakan jaringan penghubung memanjang sampai ke pusat otak pelaksana di lobus prefrontal, tepat di belakang dahi.

Setiap pengalaman emosional disandikan di amygdala. Karenanya adalah syarat yang penting dalam pembelajaran MA, adanya sistem kebermaknaan. Bila minat anak tertarik karena anak merasa pengalaman belajar itu bermakna sehingga emosinya tergerak, maka semua inteligensinya akan berfungsi secara bersamaan. Dengan tersulutnya minat itu informasi akan menerobos pada saluran neuron yang selama ini belum terjelajahi. Ini yang disebut Gardner (Strongman, 1996), multiple chance of education, karena terbukanya multiple chanel dalam komunikasi pendidikan.

Selama latihan yang berulang-ulang, MA tidak membosankan anak melainkan mengasyikkan, maka brain-image yang diutarakan dalam sistem itu akan menjadikan anak belajar dan peran pendidikan komputer dan pendidikan MA akan meningkatkan kecerdasan emosi anak. Hal ini perlu diingatkan karena sedikit banyak ada unsur drill pada latihan yang berulang-ulang itu sehingga berakibat pada minat dan emosi, yang pada gilirannya berakibat terhadap sistem keber­maknaan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Clark, B. 1986. Growing Up Gifted. Columbia, USA: CE Merril Publishing Co.
  2. Goleman, D. 1995. Emotional Intelligence. New York, USA: Bantam Books.
  3. Goleman, D. 1995. Working with Emotional Intelligence. New York, USA: Bantam Books.
  4. Strongman, K.T. 1996. The Psychology of Emotion, fourth edition. New York: Wiley & Sons Publ.
  5. The Darling Kinderstey. 1996. Children's Illustrated Encyclopedia Revised Edition. London: Darling Kindersley Limited. Weizenbaum, J. 1976. Computer Power and Human Reason. San Francisco: Freeman and Company.

Senin, 15 Juni 2020

Pengertian Tindak Pidana Menurut Para Ahli

Pengertian Tindak Pidana Menurut Para Ahli Pengertian Tindak Pidana Menurut Para Ahli - Istilah Tindak Pidana merupakan terjemahan dari “strafbaarfeit”, di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tidak terdapat penjelasan mengenai apa sebenarnya yang dimaksud dengan strafbaarfeit itu sendiri. Biasanya Tindak Pidana disinonimkan dengan delik, yang berasal dari bahasa latin yakni kata delictum.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tercantum sebagai berikut : ?Delik merupakan perbuatan yang dapat dikenakan hukuman karena adalah pelanggaran terhadap undang-undang Tindak Pidana.

Istilah tindak pidana menerangkan pengertian gerak gerik tingkah laris jasmani seseorang. Hal-hal tadi masih ada pula seorang buat nir berbuat, akan tetapi dengan tidak berbuatnya, beliau telah melakukan tindak pidana (Prasetyo, 2011).

Berikut beberapa pendapat ahli tentang Pengertian tindak pidana, diantaranya :

  1. Moeljatno lebih menggunakan istilah perbuatan pidana, yang didefinisikan sebagai suatu perbuatan yang dilarang oleh suatu aturan hukum larangan mana disertai ancaman yang berupa pidana tertentu, bagi barang siapa melanggar larangan tersebut (Chazawi, 2001)
  2. Pompe merumuskan bahwa suatu strafbaarfeit itu sebenarnya tidak lain adalah daripada suatu tindakan yang menurut sesuatu rumusan undang-undang telah dinyatakan sebagai tindakan yang dapat dihukum (Chazawi, 2001).
  3. Vos merumuskan bahwa straafbaarfeit adalah suatu kelakuan manusia yang diancam pidana oleh peraturan perundang-undangan (Chazawi, 2001). Dapat dikatakan Pengertian tindak pidana menurut Vos merupakan perbuatan manusia yang dilakukan bertentangan dengan Undang-undang. Tindak pidana menurut Vos ini hampir sama halnya dengan definisi dari Moeljatno.
  4. R. Tresna menyatakan walaupun sangat sulit untuk merumuskan atau memberi definisi yang tepat perihal peristiwa pidana, namun juga beliau juga menarik suatu definisi, yang menyatakan bahwa, peristiwa pidana adalah suatu perbuatan atau rangkaian perbuatan manusia yang bertentangan dengan undang-undang dan peraturan perundang-undangan lainnya, terhadap perbuatan mana diadakan tindakan penghukuman.
  5. J. E Jonkers, yang merumuskan peristiwa pidana ialah perbuatan yang melawan hukum (wederrechttelijk ) yang berhubungan dengan kesengajaan dan kesalahan yang dilakukan oleh orang yang dapat dipertanggungjawabkan (Chazawi, 2001).
Dari sejumlah definisi atau Pengertian tindak pidana menurut para ahli di atas dapat maka ditarik sebuah kesimpulan mengenai apa yang dimaksud dengan tindak pidana itu, tindak pidana adalah perbuatan melanggar hukum yang dapat dimintai pertanggungjawabannya atas suatu perbuatan yang telah dilakukan pelakunya, dimana perbuatannya tersebut melanggar atau melawan hukum ketentuan Undang-undang dan peraturan-peraturan lainnya. Sehingga atas perbuatan yang telah dilakukannya dapat diancam dengan tindak pidana berupa kurungan ataupun denda sehingga akan membuat efek jera bagi pelakunya, baik yang individu yang melakukan dan orang lain yang mengetahuinya.