Minggu, 31 Mei 2020

Teori Pembangunan Ekonomi Daerah

Teori Pembangunan Ekonomi Daerah - Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses di mana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola setiap sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam wilayah tersebut (Arsyad :2010).

Pembangunan ekonomi daerah dapat pula diartikan sebagai suatu proses pembentukan institusi institusi baru, pembangunan industri industri alternatif, perbaikan kapasitas tenaga kerja yang ada untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih baik, tujuan dari pembangunan ekonomi daerah adalah untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat yang di daerah tersebut sehingga untuk mencapai tujuan tersebut maka pemerintah daerah dan masyarakatnya harus secara bersama-sama mengambil inisiatif untuk melakukan pembangunan daerah dengan mengelola setiap sumber daya yang ada, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

Perbedaan kondisi setiap daerah membawa implikasi bahwa pola pembangunan yang akan diterapkan setiap daerah berbeda beda sesuai dengan karakteristik dan kekhasan daerah, karena peniruan pola kebijaksanaan yang diterapkan pada suatu daerah yang berhasil belum tentu memberikan manfaat yang sama bagi daerah lainnya. Sehingga kebijakan pembangunan daerah harus sesuai dengan kondisi, permasalahan, serta potensi yang di miliki daerah yang bersangkutan (Arsyad :2010),

Rahardjo Adisasmita (2005), menyatakan bahwa pembangunan wilayah (regional) merupakan fungsi dari sumberdaya alam, tenaga kerja dan sumberdaya manusia, investasi modal, prasarana dan sarana pembangunan, transportasi dan komunikasi, komposisi industri, tehnologi, situasi ekonomi dan perdagangan antar wilayah, kemampuan pendanaan dan pembiayaan pembangunan daerah, kewirausahaan, kelembagaan daerah dan lingkungan pembangunan secara luas.

Pertumbuhan regional dapat terjadi akibat penentuan endogen atau eksogen, yaitu faktor faktor yang terdapat di dalam daerah yang bersangkutan ataupun faktor faktor yang terdapat di luar daerah atau kombinasi keduanya.

Penentuan faktor endogen meliputi distribusi faktor-faktor produksi seperti tanah, tenaga kerja, dan modal sedangkan faktor-faktor eksogen adalah tingkat permintaan dari daerah lain terhadap komoditi yang dihasilkan oleh daerah tersebut (Glasson :1990). Pertumbuhan ekonomi juga dapat dinilai sebagai dampak kebijaksanaan pemerintah, khusunya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakan pertumbuhan yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat pertumbuhan yang terjadi dan sebagai indikator penting bagi daerah untuk mengevaluasi keberhasilan pembangunan (Sirojuzilam: 2008 ).

Teori pembangunan ekonomi daerah merupakan bagian penting dalam analisis ekonomi regional, karena petumbuhan merupakan salah satu unsur utama dalam pembangunan ekonomi regional/daerah yang mempunyai implikasi kebijakan yang cukup luas, dimana sasaran utama analisis pertumbuhan ekonomi regional adalah untuk menjelasakan mengapa suatu daerah dapat tumbuh cepat dan adapula daerah yang tumbuh lambat. Pada teori pertumbuhan ekonomi regional memasukkan unsur lokasi dan wilayah secara eksplisit (Sjafrizal : 2008).

Pada hakekatnya teori pembangunan ekonomi daerah membahas tentang metode analisis perekonomian suatu daerah dan teori-teori yang membahas tentang faktor faktor yang menentukkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah terntentu. Pengembangan dari metode-metode yang menganalisis perekonomian suatu daerah penting sekali kegunaanya untuk mengumpulkan data tentang perekonomian daerah yang bersangkutan serta proses pertumbuhanya yang kemudian dapat dipakai sebagai pedoman untuk menetukkan tindakantindakan apa yang harus diambil untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi yang ada.

Teori atau model pertumbuhan ekonomi regional bertujuan untuk membahas secara rinci faktor faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, hal ini penting karena pada kenyataanya laju pertumbuhan ekonomi wilayah sangat bervariasi.

Demikian gambaran teori pembangunan ekonomi daerah yang dapat kami share, baca juga artikel terkait lainnya untuk menambah referensi tentang teori pembangunan ekonomi daerah.

Model-Model Pertumbuhan Ekonomi Wilayah

Di bawah ini kami sajikan penjelasan model-model pertumbuhan ekonomi wilayah. Secara garis besar ada 5 (lima) model yang berkaitan. Kelima model tersebut diuraikan sebagai berikut:

1. Model Basis Ekspor

Model ini pertama kali diperkenalkan oleh Douglas C. North pada tahun 1956 yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah ditentukan oleh keuntungan kompetitif (Competitive advantage) yang dimiliki oleh daerah atau wilayah yang bersangkutan. Bila daerah yang bersangkutan dapat mendorong pertumbuhan sektor-sektor yang mempunyai keuntungan kompetitif sebagai basis untuk ekspor, maka pertumbuhan daerah yang bersangkutan akan dapat ditingkatkan, hal ini terjadi karena peningkatan ekspor dapat memberikan dampak berganda (multiplier Effect) pada daerah yang bersangkutan (Sjafrizal 2008), pada model ini menyatakan bahwa faktor penentu utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah berhubungan langsung dengan permintaan akan barang dan jasa dari luar daerah yang bersangkutan, pertumbuhan industri-industri yang menggunakan sumberdaya lokal, termasuk tenaga kerja dan bahan baku untuk kemudian diekspor, sehingga akan menghasilkan kekayaan daerah dan penciptaan peluang kerja baru (Arsyad 2010)

Sebagaimana dikemukakan oleh Jhon Blaier (1991) dalam Sjafrizal 2008 model basis ekspor ini diformulasikan dengan menggunakan apa yang disebut sebagai formula income model, PDRB suatu daerah dapat diungkapkan sebagai berikut :

Y = C + MI – MO

Dimana Y adalah Pendapatan Regional (PDRB), C adalah konsumsi, MI menunjukkan uang masuk karena adanya ekspor dan MO adalah arus uang keluar karena adanya impor. Model formula ekspor dapat pula diformulasikan dengan model basis ekonomi, dalam hal ini perekonomian suatu daerah (Y) dibagi menjadi 2 kelompok yaitu sektor basis ( B) dan sektor non basis (S). Sektor basis adalah sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah karena mempunyai keuntungan kompetitif (Competitive Advantage) yang cukup tinggi, sedangkan sektor non basis adalah sektor yang kurang potensial untuk dikembangkan akan tetapi berfungsi sebagai penunjang sektor basis.

2. Model Interregional Income

Perluasan dari model ekonomi basis dapat dilakukan dengan memasukkan unsur hubungan ekonomi antar wilayah yang di kenal dengan interregional Income yang pertama kali diperkenalkan oleh Harry W Richardson (1991) dalam model ini ekspor diasumsikan sebagai faktor yang berada dalam sistem (Endegeneous variable) yang ditentukkan oleh perkembangan kegiatan perdagangan antar wilayah yang terdiri atas barang konsumsi dan barang modal.

Sehingga modelnya seperti teori ekonomi Keynes yang dirumuskan sebagai

berikut :

Yi = Ci + Ii + Gi + ( Xi-M)

3. Model Neo Klasik

Menurut model pertumbuhan ekonomi wilayah berdasarkan model neo klasik, pertumbuhan ekonomi suatu daerah akan sangat ditentukan oleh kemampuan daerah tersebut untuk meningkatkan kegiatan produksinya, sedangkan kegiatan produksi pada suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh potensi daerah yang bersangkutan, tetapi juga ditentukan oleh mobilitas tenaga kerja dan mobilitas modal antar daerah (Sjafrizal 2008:95),

karena kunci utama pertumbuhan ekonomi daerah adalah peningkatan kegiatan produksi maka pada model neo klasik ini fungsi produksi di formulasikan sebagai bentuk Cobb-Douglass yaitu :

Y = AKαL β, α + β = 1

Dimana Y melambangkan PDRB, K dan L masing masing adalah modal dan tenaga kerja. Penganut model neo klasik beranggapan bahwa mobilitas faktor produksi, baik modal maupun tenaga kerja pada permulaan pembangunan adalah kurang lancar, akibatnya modal dan tenaga kerja ahli cendrung terkonsentrasi didaerah yang lebih maju sehingga ketimpangan pembangunan regional cendrung melebar (Divergence), dengan semakin baiknya prasarana dan fasilitas komunikasi, maka mobilitas modal dan tenaga kerja tersebut akan terus lancar dengan demikian, nantinya setelah negara tersebut maju, maka ketimpangan pembangunan regional akan berkurang (Convergence), sesuai dengan hipotesa Neo-klasik maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kemajuan teknologi, peningkatan investasi dan peningkatan jumlah tenaga kerja suatu wilayah berhubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi wilayah yang bersangkutan, dan pada permulaan proses pembangunan, ketimpangan regional cenderung meningkat, tetapi setelah titik maksimum bila pembangunan terus dilanjutkan, maka ketimpangan daerah akan berkurang dengan sendirinya (Sjafizal 2008 )

4. Model Penyebab Komulatif

Gunnar Mydral dalam sebuah tulisanya, Economic theory and underdeveloped regions (1975), mengungkapkan sebuah konsep yang kemudian dikenal sebagai proses kausasi komulatif. Menurut Myrdal bahwa dalam proses pembangunan terdapat faktor-faktor yang akan memperburuk perbedaan tingkat pembangunan di bebagai daerah, kedaan tersebut muncul sebagai akibat dari berlangsungnya kausasi kumulatif, sehingga pembangunan di daerah daerah yang lebih maju akan menyebabkan suatu keadaan yang akan menimbulkan hambatan yang lebih besar pada daerah- daerah yang lebih terbelakang untuk dapat maju dan berkembang. Suatu keadaan yang menghambat pembangunan ini digolongkan sebagai backwash effect. Disisi lain perkembangan di daerah-daerah yang lebih maju ternyata juga dapat menimbulkan suatu keadaan yang akan mendorong perkembangan bagi daearah daerah yang lebih miskin. Suatu keadaan yang akan dapat mendorong pembangunan ekonomi di daerah-daerah yang lebih miskin dinamakan spread Effect (Arsyad 2010)

Richadson (1991) mencoba memformulasikan argumentasi model penyebab komulatif ini secara sederhana dengan menggunakan persamaan linear, formulasi model dimulai dengan hubungan positif antara peningkatan produktivitas, r , dengan peningkatan produksi regional ( PDRB ), y , dengan formula sebagai berikut :

r = α + βy, , α, β adalah konstanta,

hipotesa yang dapat ditarik dari model penyebab komulatif adalah bahwa terdapat proses pertumbuhan yang berkumulatif sehingga pengurangan ketimpangan regional tidak dapat diserahkan pada pasar, tetapi melalui kebijakan pemerintah yang insentif yang melihat tendensi dari ketimpangan pembangunan antar daerah, kecendrungan ini selanjutnya akan dijadikan dasar untuk perumusan kebijakan pembanguunan daerah serta penanggulangan ketimpangan regional, bila terjadi tendensi untuk divergence, maka kebijakan untuk mendorong pemerataan pembangunan menjadi sangat penting, tapi bila tendensinya bersifat convergence, maka kebijakan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah akan lebih penting.

5. Model daya Tarik

Teori daya tarik industri adalah model pembangunan ekonomi yang paling banyak digunakan, teori ekonomi yang mendasarinya adalah bahwa suatu masyarakat dapat memperbaiki posisi pasarnya terhadap para industrialis melalui pemberian subsidi dan insentif.

Demikian penjelasan lima model-model pertumbuhan ekonomi wilayah

Mengenal Profesi Akuntan Publik

Mengenal Profesi Akuntan Publik - Media Akuntansi (2002) dalam Sujiman (2006) menyebutkan bahwa profesi berasal dari kata professus yang dalam Yunani berarti suatu kegiatan atau pekerjaan yang dihubungkan dengan sumpah atau janji yang bersifat religius, sehingga ada ikatan batin bagi seseorang yang memiliki profesi tersebut untuk tidak melanggar dan memelihara kesucian profesinya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya).

Adapun akuntan menurut Sujiman (2006) ialah ahli yang berpekerjaan menyusun, membimbing, mengawasi, menginspeksi dan memperbaiki taat buku serta asministrasi perusahaan atau instansi pemerintah. Maka berdasarkan pengertian di atas, profesi akuntan dapat diartikan sebagai bidang pekerjaan yang berkaitan dengan penyusunan, pembimbingan, pengawasan dan perbaikan pembukuan keuangan perusahaan dengan dilandasi pendidikan akuntansi.

Menurut Handbook 1998 International Federation of Accountant (IFAC) dalam Sujiman (2006) menyebutkan bahwa ada beberapa karakteristik sebuah profesi yakni:

  1. Menguasai suatu keahlian tertentu yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan
  2. Mempunyai kode etik dan standar keahlian/kinerja (professional)
  3. Memperoleh pengakuan masyarakat dengan adanya penggunaan gelar tertentu
  4. Mempunyai organisasi yang mewadahi dan memelihara kepentingan profesi tersebut.
Sedangkan Hall (1968) dalam Sujiman (2006) dalam artikelnya “Professionalization and Bureaucratization” pada American Sociological Review edisi Februari 1968 menyatakan bahwa profesi memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Pelayanannya bersifat untuk kepentingan publik.
  2. Pengaturan kinerjanya ditentukan dan diawasi sendiri oleh profesi.
  3. Menguasau suatu keahlian pada bidang tertentu.
  4. Mandiri dalam pembiayaan pengembangan kinerja profesi.
Dari beberapa karakteristik profesi di atas, maka dapat dikatakan bahwa akuntan publik adalah sebuah profesi dengan alasan:

  1. Adanya pengetahuan khusus atau memerlukan keahlian tertentu dalam melaksanakan profesinya. Pengetahuan ini diperoleh dari hasil pendidikan dan pelatihan baik yang berupa pendidikan formal melalui program sarjana (S1) atau Vokasi (D3), pendidikan informal seperti kursus-kursus akuntansi, dan pendidikan profesi lanjutan seperti PPAk (Program Pendidikan Akuntansi).
  2. Memiliki standar keahlian kinerja dan standar moral (Kode Etik). Seorang akuntan publik harus bekerja dalam standar yang sudah ditetapkan seperti Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Standar moral (Kode Etik) juga dimiliki akuntan publik yang merupakan pedoman berperilaku seseorang dalam perannya sebagai akuntan publik.
  3. Pelayanannya bersifat untuk kepentingan publik dimana kepentingan masyarakat umum harus didahulukan daripada kepentingan pribadi. Akan tetapi, bukan berarti akuntan publik tidak perlu dibayar dalam melaksanakan tugasnya, melainkan seorang akuntan publik lebih dituntut untuk bersikap mengabdi kepada masyarakat.
  4. Diperlukan izin khusus untuk menjalankan profesi tersebut. Perizinan akuntan publik sudah diatur dalam Undang-Undang Akuntan Publik No. 5 Tahun 2011.
  5. Pengaturan kinerjanya ditentukan dan diawasi sendiri oleh profesi, dalam arti memiliki suatu organisasi profesi yang mewadahi dan memelihara kepentingan profesi akuntan publik. Kriteria ini sudah terpenuhi dengan adanya Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP), Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang memiliki tugas pokok dalam menyusun dan mengawasi standar profesi tersebut.
Menurut UU Akuntan Publik No. 5 Tahun 2011, Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tersebut. Ketentuan mengenai akuntan publik diIndonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik. Akuntan publik adalah akuntan independen yang memberikan jasa akuntansi tertentu dan menerima pembayaran atas jasa yang telah diberikannya. Semakin besar perusahaan, maka dana untuk mengaudit yang diperlukan tentunya semakin besar. Akuntan publik berperan sebagai pihak independen dalam menilai kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dengan demikian, bukan hanya keahlian yang dituntut dari seorang akuntan publik, tetapi juga kejujuran (integritas) dalam melakukan pekerjaan. Hal ini penting karena pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan sangat bergantung pada pendapat/opini akuntan publik.

Untuk dapat menjalankan profesinya sebagai akuntan publik di Indonesia, seorang akuntan harus lulus dalam ujian profesi yang dinamakan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) dan kepada lulusannya berhak memperoleh sebutan "CPA Indonesia" (sebelum tahun 2007 disebut "Bersertifikat Akuntan Publik" atau BAP). Sertifikat akan dikeluarkan oleh IAPI. Sertifikat akuntan publik tersebut merupakan salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan izin praktik sebagai akuntan publik dari Kementrian Keuangan.

Bidang jasa yang digeluti dalam profesi akuntan publik meliputi:

  1. Jasa atestasi, termasuk di dalamnya adalah audit umum atas laporan keuangan atas laporan keuangan prospektif, pemeriksaan atas pelaporan informasi keuangan proforma, review atas laporan keuangan, dan jasa audit serta atestasi lainnya.
  2. Jasa non-atestasi, yang mencakup jasa yang berkaitan dengan akuntansi, keuangan, manajemen, kompilasi, perpajakan, dan konsultasi.

Sabtu, 30 Mei 2020

PDRB dan Penjelasannya

Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB adalah salah satu indikator untuk melihat tingkat percepatan perekonomian suatu daerah, karena PDRB adalah produk barang dan jasa akhir yang dihasilkan dalam suatu wilayah dengan dukungan faktor-faktor produksi dalam wilayah tersebut. Menurut SNA (System of National Accounts) yang diterbitkan oleh United Nation, secara makro perekonomian suatu wilayah, menurut lapangan usaha terdiri dari tiga sektor utama yaitu sektor primer, sekunder dan tertier. Lebih rinci lagi ketiga sektor yang masuk dalam komponen PDRB tersebut dibagi menjadi 9 sektor yakni:

I. Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan

Sektor pertanian meliputi segala pengusahaan & pemanfaatan mahluk biologis buat memenuhi kebutuhan hayati atau sebagai bahan standar pada proses produksi. Kegiatan pertanian pada umumnya meliputi bisnis cocok tanam, pemeliharaan ternak, penangkapan ikan dan pengambilan output bahari, penebangan kayu & pengambilan output hutan dan perburuan binatang liar serta aktivitas jasa pertanian. Sektor pertanian mencakup beberapa sub sektor yaitu tanaman bahan makanan, flora perkebunan, peternakan dan output hasilnya, kehutanan dan perikanan.

  1. Sub sektor Tanaman Bahan Makanan; Sub sektor ini meliputi kegiatan penanaman, pembibitan, pemeliharaan dan pemungutan hasil hasil pertanian tanaman bahan makanan. Jenis komoditas yang dihasilkan antara lain : Padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, buah-buahan dan sayur sayuran serta tanaman hias
  2. Sub sektor Tanaman Perkebunan; Subsektor perkebunan meliputi kegiatan pengusahaan tanaman perkebunan komoditas yang dihasilkan meliputi cengkeh, jahe, kakao, karet, kapuk, kayu manis, kelapa, kelapa sawit, kemiri, kopi, lada, pala, panili, tebu, tembakau serta tanaman perkebunan lainnya
  3. Sub sektor Kehutanan; Subsektor ini meliputi usaha di areal hutan berupa penebangan kayu, pengambilan getah, daun, akar dan kulit kayu, bambu, rotan, arang dan perburuan binatang hutan. Termasuk juga kayu dan bambu yang berasal dari area non hutan, seperti yang ditanam petani di kebun atau di pekarangan rumah
  4. Perikanan; Subsektor ini meliputi segala pengusahaan perikanan yang mencakup usaha penangkapan, pengambilan, maupun pemeliharaan segala jenis ikan dan biota air lain baik yang diusahakan diperairan laut, maupun air tawar. Komoditas hasil perikanan antara lain ikan mas, dan jenis darat lainnya, ikan bandeng, udang, cumi cumi dan binatang lunak lainnya. Termasuk pengolahan sederhana seper ti pengasinan atau pengeringan ikan yang dilakukan nelayan atau rumah tangga

II. Sektor Pertambangan dan Penggalian

Sektor ini meliputi bisnis ekskavasi, pengeboran, pencucian, pengambilan dan pemanfaatan segala macam barang tambang, mineral dan barang galian yg tersedia di pada tanah, baik yang berupa benda padat, benda cair maupun gas.

III. Industri Pengolahan

PDRB sektor ini meliputi usaha kegiatan pengolahan bahan organik atau pun anorgaik menjadi produk baru yang lebih tinggi mutunya. Baik dilakukan dengan tangan, mesin atau proses kimiawi. Pengelompokan industri oleh Badan Pusat Statistik didasarkan dari banyaknya tenaga kerja yang digunakan, sehingga industri dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :

  1. Industri besar/sedang, yaitu perusahaan industri yang menggunakan tenaga kerja lebih besar atau mencapai 20 orang atau lebih
  2. Industri kecil, yaitu perusahaan industri yang menggunakan tenaga kerja 5 orang sampai 19 orang
  3. Industri kerajinan rumah tangga yaitu perusahaan industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari 5 orang
IV. Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih

  1. Sub sektor Listrik; Sub sektor ini meliputi pembangkitan tenaga listrik dan pengoperasian jaringan distribusi guna penyaluran listrik, untuk dijual kepada konsumen, baik oleh PLN maupun bukan PLN, termasuk juga listrik yang dibangkitkan oleh sektor lain, seperti industri, jasa jasa yang dijual kepada pihak lain dan datanya dapat dipisahkan
  2. Sub sektor Air Bersih; Sub sektor air bersih meliputi usaha penampungan dan penjernihan air bersih serta pendistribusianya kepada konsumen, yaitu umumnya dilakukan oleh PDAM

V. Sektor Kontruksi

Sektor ini mencakup usaha pembangunan/pembuatan, perluasan, pemasangan, pemugaran berat dan ringan dan perombakan berdasarkan suatu bangunan atau kontruksi lain. Adapun bangunan yang dimaksud dapat berupa: bangunan tempat tinggal, bangunan bukan tempat tinggal, jalan, jembatan, bendungan, jaringan listrik, telekomunikasi & kontruksi lainnya. Termasuk juga kegiatan sub sektor kontruksi seperti pemasangan istalasi listrik, saluran telepon, alat pendingin, pembuatan saluran air & sebagainya. Dalam hal ini tercakup pula pembuatan dan pemugaran bangunan loka tinggal yang dilakukan sendiri oleh tempat tinggal tangga, partikelir dan badan badan pemerintah

VI. Sektor Perdagangan, Hotel & Restoran

Sektor ini termasuk sektor tertier yang terdiri berdasarkan tiga subsektor:

  1. Subsektor Perdagangan; Kegiatan perdagangan terdiri dari perdagangan besar dan perdagangan eceran. Perdagangan besar meliputi kegiatan pembelian dan penjualan kembali barang baik yang baru maupun yang bekas oleh pedagang dari pihak produsen atau importer kepada pedagang lain, perusahaan, lembaga atau konsumen tanpa merubah bentuk, dalam partai besar. Perdagangan eceran meliputi kegiatan pembelian dan penjualan kembali barang, umumnya melayani konsumen perorangan ataupun rumah tangga tanpa merubah bentuk, baik barang baru ataupun bekas secara eceran
  2. Subsektor Hotel; meliputi usaha penyediaan penginapan dan berbagai akomodasi lainnya seperti hotel, motel, losmen dan sebagainya baik yang tersedia untuk umum ataupun hanya untuk anggota suatu organisasi tertentu atas dasar suatu pembayaran, termasuk kegiatan penyediaan makanan dan minuman serta fasilitas lainnya yang berada dalam suatu satuan usaha dengan penginapan tersebut dan datanya sulit untuk dipisahkan
  3. Subsektor Restoran; meliputi usaha restoran/rumah makan, catering, restoran di kereta api, cafeteria dan kantin. Termasuk usaha penjualan makanan dan minuman jadi yang biasanya dimakan langsung di tempat penjualan seperti warung nasi, warung kopi, warung sate dan sejenisnya
VII. Sektor Transportasi dan Komunikasi

  1. Transportasi; mencakup kegiatan jasa angkutan barang dan penumpang dengan menggunakan alat angkutan baik yang bermotor maupun tidak bermotor atas dasar suatu pembayaran. Termasuk jasa angkutan yang sifatnya menunjang dan membantu memperlancar kegiatan tersebut beserta penyediaan fasilitas-fasilitasnya. Kegiatan pengangkutan ini dalam penghitungan PDRB Lampung Utara hanya terbatas pada pengangkutan rel dan pengangkutan jalan raya baik bermotor ataupun tidak bermotor seperti : truck, bus, oplet, taksi, becak, pedati atau ojek
  2. Komunikasi; terdiri dari kegiatan jasa komunikasi untuk umum yang dilakukan oleh PT Pos dan PT Telkom. Kegiatan PT pos yaitu pemberian jasa kepada pihak lain seperti pengiriman surat, paket dan wesel
VIII. Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahan

PDRB buat sektor ini terdiri menurut sub sektor bank yg mencakup pemberian jasa pelayanan di bidang keuangan pada pihak lain, misalnya menerima simpanan dalam bentuk giro dan tabungan, memberi pinjaman, sub sektor keuangan tanpa bank yg meliputi kegiatan pelayanan iuran pertanggungan, koperasi simpan pinjam, pegadaian, dana purna tugas, pasar modal, penukaran mata uang asing serta sub sektor sewa bangunan yg mencakup semua jasa yang berhubungan dengan proses penggunaan tempat tinggal / bangunan menjadi loka tinggal sang rumah tangga, tanpa memperhatikan apakah rumah tersebut sahih benar disewa atau tidak misalnya rumah milik sendiri, rumah instansi pemerintah ataupun rumah instansi/perusahaan atau partikelir, sub sektor lainnya yaitu sub sektor jasa perusahaan yang mencakup aktivitas pemberian jasa dalam pihak lain misalnya jasa hukum, jasa akuntan dan pembukuan, jasa pengolahan dan penyajian data, jasa bangunan, arsitek dan teknik, jasa priklanan dan jasa persewaan mesin dan peralatan.

IX. Sektor Jasa-Jasa

  1. Subsektor Jasa Pemerintahan Umum; mencakup penyediaan jasa pelayanan kepada masyarakat yang tidak dapat dinilai secara ekonomi, misalnya mengatur Negara. Kegiatan pemerintahan tersebut meliputi pemerintahan pusat, pemerintahan daerah dan pemerintahan desa serta unit-unitnya. Kegiatan pemerintahan sebagian besar hasilnya digunakan oleh pemerintah sendiri sebagai konsumen akhir. Kegiatan Jasa pemerintahan lainnya meliputi kegiatan jasa pelayanan pemerintah di bidang kependidikan, kesehatan, hiburan, dan rekreasi, unit kegiatan pemerintah ini antara lain sekolah, rumah sakit, museum, perpustakaan dan tempat rekreasi yang dimiliki dan dibiyai oleh pemerintah. Dalam hal ini pemerintah tidak memungut biaya atau pembayaran yang sesuai dengan besarnya biaya pengelolaan. Kegiatan pegawai pemerintah yang bekerja di bidang penyuluhan KB dan penyuluhan masyarakat terasing di kategorikan sebagai kegiatan jasa sosial kemasyarakatan lainnya.
  2. Sub sektor Jasa Swasta; meliputi tiga sub sektor yaitu sosial kemasyarakatan yang meliputi kegiatan penyelenggaraan jasa sosial dan kemasyarakatan yang diusahakan oleh swasta seperti : jasa pendidikan, kesehatan, serta kemasyarakatan lainnya. Sub sektor kedua adalah sub sektor jasa hiburan dan rekreasi yang meliputi usaha penyediaan berbagai jenis hiburan/rekreasi untuk masyarakat baik perorangan maupun rumah tangga yang berorientasi mencari keuntungan dan sub sektor yang ketiga adalah sub sektor jasa perorangan dan rumah tangga yang meliputi kegiatan penyelenggaraan jasa yang diberikan untuk perorangan dan rumah tangga seperti reparasi, tukang jahit, tukang cukur, pembantu rumah tangga dan lainnya.
Demikian penjelasan PDRB dan sembilan sektor yang menjadi komponennya. Semakin tinggi produk domestik regional bruto maka semakin tinggi kemajuan perekonomian suatu daerah.

Pengertian Persepsi & Tahap Pembentukannya

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008), pengertian persepsi adalah sebagai tanggapan atau penerimaan langsung dari sesuatu atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya. Rakhmat (1993) dan Lugindo (1999) mengemukakan bahwa persepsi merupakan pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.

Matlin (1998) dalam Utami dan Indriawati (2006) mendefinisikan persepsi secara lebih luas, yaitu sebagai suatu proses yang melibatkan pengetahuan pengetahuan sebelumnya dalam memperoleh dan menginterpretasikan kombinasi faktor luar (stimulus visual) dan diri kita sendiri (pengetahuan-pengetahuan sebelumnya). Jika pendidikan akuntansi memberikan persepsi yang salah mengenai akuntansi, maka dapat membuat orang yang memiliki kemampuan yang tepat tidak menjadi berminat dalam memilih karirnya sebagai akuntan publik. Berkaitan dengan pembahasan skripsi ini, persepsi menjadi sangat penting karena pengambilan keputusan oleh seseorang dipengaruhi oleh persepsi yang dimilikinya. Sehingga persepsi mahasiswa terhadap suatu pekerjaan misalnya, akan mempengaruhi keputusan mahasiswa tersebut dalam memilih suatu pekerjaan atau profesi.

Sedangkan menurut Robbins (2003) dalam Sujiman (2006) menyatakan bahwa persepsi adalah sebuah proses dimana seseorang menggunakan dan menginterpretasikan kesan sensorinya dalam rangka memahami lingkungannya. Dalam penelitian Puspitasari (2010) menurut Walgito (1990) mengemukakan bahwa persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya stimulus oleh individu melalui alat reseptornya. Namun proses itu tidak berhenti sampai di situ saja, melainkan stimulus itu diteruskan ke pusat saraf yaitu otak, dan terjadilah proses psikologis, sehingga individu menyadari apa yang ia lihat, apa yang ia dengar dan sebagainya, maka individu tersebut mengalami persepsi.

Berdasarkan beberapa definisi yang telah disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pengertian persepsi adalah tanggapan seseorang dari sebuah penerimaan informasi ataupun pengalaman kemudian diinterpretasikan oleh orang tersebut dalam rangka memahami lingkungan dan menafsirkan pesan informasi yang telah diperoleh tersebut.

Tahap Pembentukan Persepsi

Ada empat tahap dalam proses pembentukan persepsi menurut Belch (2007) yaitu sejumlah tahapan ketika seorang individu mengelola informasi yang masuk dalam dirinya. Keempat tahap itu masing-masing; eksposure, attention, comprehension dan retention.

  1. Exposure; tahap dimana seseorang mulai menerima informasi melalui panca indera yang dimiliki. Informasi diperoleh dengan cara melihat ataupun mendengarkan secara langsung informasi-informasi mengenai suatu hal tertentu.
  2. Attention; seseorang mulai menempatkan informasi-informasi yang diterima ke dalam sebuah stimulus. Informasi-informasi tersebut mulai dicerna melalui pikiran seseorang.
  3. Comprehension; seseorang mulai menginterpretasikan informasi yang masuk tersebut menjadi sebuah arti yang spesifik. Informasi tersbut menjadi berkembang dan menjadikannya persepsi yang berbeda antara setiap individu-individu yang menerima informasi tersebut.
  4. Retention; tahap dimana seseorang sudah mulai tidak mengingat lagi keseluruhan dari apa yang mereka baca, lihat atau dengar meskipun mereka sudah tertarik dan dapat menginterpretasikan informasi tersebut.

Demikian pengertian persepsi & tahap pembentukannya. Semoga bermanfaat!

Pengertian Manajemen Waktu Menurut Para Ahli

Pengertian manajemen waktu sangat erat kaitannya dengan pemikiran bagaimana seharusnya manusia yang hidup di dunia ini berlaku arif terhadap waktu yang ada. Mungkin kita sering mendengar istilah “Time is Money" Motto ini mengajarkan bagaimana manusia untuk Smart dalam menggunakan atau mengelola waktu (times of management) yang seolah-olah sama dengan uang. Selama ada waktu masih ada kesempatan untuk mendapatkan uang, begitulah makna singkatnya.

Pengertian Manajemen Waktu Menurut Para Ahli

Pahami pula lebih dulu Pengertian MANAJEMEN Menu rut Para A hli sebelum lebih lanjut memaknai pengertian manajemen waktu.

Patut diketahui bahwa musuh terbesar dalam karier seorang insan merupakan ketika. Waktu yang telah terlewat menggunakan sia-sia atau percuma, nir dapat balik begitu saja menggunakan uang. Lantaran itu, manfaatkan ketika sebaik-baiknya pada bekerja & berkarya.

Burnout Syndrome dalam Argogalih (2005) pernah menyampaikan bahwa kecanduan kerja merupakan gejala manajemen ketika yg buruk. Seseorang yang selalu mengutamakan kesempurnaan versi diri sendiri pada bekerja umumnya tidak akan pernah sama sekali mau melakukan delega si. Dia tidak mampu menerima 100% output pekerjaan orang lain ataupun percaya orang lain. Dia tidak ingin seluruh output karyanya terkontaminasi tangan orang lain, walau orang itu bawahannya sendiri. Sikap seperti itu galat akbar lantaran memanfaatkan energi orang lain itu perlu, percaya terhadap orang lain itu perlu.

Manajemen ketika menggunakan cepat sebagai lebih krusial baik pada kehidupan langsung individu juga pada susunan peru sahaan, termasuk pada hal ini merupakan pada bidang pendidikan terutama yg dilakukan pengajar pada aplikasi pembelajaran, khususnya yg berhu bungan menggunakan manajer, mulai dari administrator zenit sampai pengawas di lini pertama. Pengelolaan saat atau manajemen ketika yg baik sangat bermanfaat pada pengertian penghematan biaya juga pegawai. Dalam kata-kata Drucker dalam Timpe (2002:10) mengungkapkan ? Waktu adalah sumber yang paling langka dan jika itu tidak bisa dikelola, maka hal lainpun tidak bisa dikelola.? Maksudnya merupakan buat mengusut aspek insan dari perubahan perilaku menuju pengelolaan lebih baik berdasarkan asal waktu yg berharga.

Konsep manajemen saat yg paling umum adalah time on task (ketika mengerjakan tugas) atau engaged time (ketika efektif pada pembelajaraan), pembagian waktu pembelajaran yg lain adalah: (1) available time (ketika yg tersedia); (dua) allocated time (ketika dialokasikan dalam aktifitas pembelajaran); (tiga) engaged time (ketika efektif dalam pembelajaran); (4) academic learning time (waktu efektif perhari yg dimanfaatkan dalam aktivitas pembelajaran) (Hofmeister dan Lubke, 1990:15)

Pengertian manajemen waktu yakni menggunakan dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, seoptimal mungkin melalui perencanaan kegiatan yang terorganisir dan matang. Dengan manajemen waktu seseorang dapat merencanakan dan menggunakan waktu secara efisien dan efektif sehingga tidak menyia-nyiakan waktu dalam kehidupannya. Perencanaan ini bisa berupa jangka panjang, menengah dan pendek (Leman, 2007:24).

Akram (2010:19) mendefinisikan manajemen waktu merupakan memanfaatkan ketika yang anda miliki buat melakukan hal-hal yang dipercaya krusial yg telah tercatat dalam tabel kerja?.

Ungkapan semakna jua dikemukakan oleh Widyastuti (2004:43) dimana manajemen waktu didefinisikan sebagai kemampuan untuk memprioritaskan, menjadwalkan & melaksanakan tanggung jawab individu demi kepuasan individu tersebut.

Bersumber pada uraian urgensi dan pengertian manajemen waktu menurut para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen waktu merupakan perencanaan dan pengaturan waktu yang digunakan setiap hari dalam melaksanakan semua aktivitas yang ada, berdasarkan pada skala prioritas dan jadwal yang telah ditentukan, sehingga individu dapat menggunakan waktu dengan efektif dan efisien. Semoga artikel ini memberi sumbangsih agar dapat lebih bijak dalam mengelola waktu. Baca pula pengertian manajemen menurut para ahli.

Jumat, 29 Mei 2020

Pengertian Pembelajaran Kontekstual Menurut Pakar

Pengertian Pembelajaran Kontekstual - Contextual Teaching and Learning atau yang dikenal dengan pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat (Umbara, 2006).

Pembelajaran Kontekstual dirancang dan dilaksanakan berdasarkan landasan filosofis Kontruktivisme yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengontruksi pengetahuan di benak pikiran mereka, karena pada dasarnya pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta atau proporsi yang terpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.

Pengertian Pembelajaran Kontekstual Menurut Pakar

Definisi atau pengertian pembelajaran kontekstual secara umum belum disepakati oleh para ahli, namun berkaitan dengan dasar dan unsur-unsur kuncinya lebih banyak disepakati. Dewasa ini pembelajaran kontekstual telah berkembang di negara-negara maju dengan berbagai nama. Di negeri Belanda berkembang apa yang disebut dengan Realistic Mathematic Education (RME) yang menjelaskan bahwa pembelajaran matematika harus dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa. Di Amerika berkembang apa yang disebut Contexstual Teaching and Learning (CTL) yang intinya membantu guru untuk mengaitkan pengetahuan yang dipelajarinya dengan kehidupan mereka. Sementara itu di Michigan juga berkembang Connected Mathematic Projec (CMP) yang bertujuan mengintegrasikan ide matematika ke dalam konteks kehidupan nyata dengan harapan siswa dapat memahami apa yang dipelajarinya dengan baik dan mudah.

Kontekstual adalah salah satu prinsip pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar dengan penuh makna. Yang dimaksud konteks disini adalah tujuan, isi, sumber, target, guru, metode, hasil,kematangan, dan lingkungan.

Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit dan dari proses mengkonstruksi sendiri sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat.

Sumber:

  • Republik Indonesia, Undang-Undang Sisdiknas (Bandung:Citra Umbara, 2006), hlm. 5
  • Nurhadi dan Gerrad Senduk Agus, Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching And Learning/CTL) Dan Penerapannya Dalam KBK (Malang: Universitas Negeri Malang, 2003), hlm.11

Pengertian Reward atau Penghargaan Menurut Para Ahli

Pengertian Reward Menurut Para Ahli – Dalam penjelasan berikut, reward dalam kata yang semakna dengan kata “penghargaan” dalam bahasa Indonesia. Definisi dari para ahli akan diuraikan berikut ini sampai pada satu pengertian yang menjadi kesimpulan penulis. Adapun sejumlah pengertian tersebut yakni:

Penghargaan didefinisikan sebagai ganjaran yang diberikan untuk memotivasi para karyawan agar produktivitasnya tinggi (Tohardi, 2002:317).

Penghargaan merupakan insentif yang mengaitkan bayaran atas dasar untuk dapat meningkatkanproduktivitas para karyawan guna mencapai keunggulan yang kompetitif (Simamora, 2004:514).

Penghargaan dapat pula didefiniskan sebagai reward dalam bentuk uang yang diberikan kepada mereka yang dapat bekerja melampaui standar yang telah ditentukan (Mahmudi, 2005:89).

Pengertian Reward atau Penghargaan Menurut Para Ahli

Pengertian Penghargaan adalah kegiatan dimana organisasi menilai kontribusi karyawan dalam rangka untuk mendistribusikan penghargaan moneter dan non moneter cukup langsung dan tidak langsung dalam kemampuan organisasi untuk membayar berdasarkan peraturan hukum (Schuler, 1987).

Pengertian reward yang senada juga dikemukakan bahwa penghargaan adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atau jasa yang diberikan kepada perusahan (Hasibuan, 2007).

Nitisemito (1982) menyatakan bahwa penghargaan merupakan balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawannya yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. Penghargaan berarti semua bentuk penggajian atau ganjaran kepada pegawai dan timbul karena kepegawaian mereka. Dapat berupa pembayaran uang secara langsung (upah, gaji, insentif, bonus) dan dapat pula berbentuk pembayaran tidak langsung (asuransi, liburan atas biaya perusahaan) dan dapat pula berupa ganjaran bukan uang (jam kerja yang luwes, kantor yang bergengsi, pekerjaan yang lebih menantang) (Dessler, 2005).

Program penghargaan penting bagi organisasi karena mencerminkan upaya organisasi untuk mempertahankan sumber daya manusia sebagai komponen utama dan merupakan komponen biaya yang paling penting. Disamping pertimbangan tersebut, penghargaan juga merupakan salah satu aspek yang berarti bagi pegawai, karena bagi individu atau pegawai besarnya penghargaan mencerminkan ukuran nilai karya mereka diantara para pegawai itu sendiri, keluarga, dan masyarakat (Sulistiyani dan Rosidah, 2003).

Dengan adanya pendapat para ahli diatas maka penulis dapat menyimpulkan tentang pengertian reward atau penghargaan yakni imbalan yang diberikan baik dalam dalam bentuk material dan non material yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada karyawannya agar mereka dapat bekerja dengan motivasi tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan kata lain pemberian penghargaan atau reward bertujuan untuk meningkatkan produktivits dan mempertahankan karyawan yang berprestasi agar tetap loyal kepada perusahaan. Pemberian sistem penghargaan dimaksudkan sebagai dorongan agar karyawan mau bekerja dengan lebih baik dan membangkitkan motivasi sehingga mendorong kinerja karyawan yang lebih baik.

Pengertian dan Tujuan Pengembangan Karir

Pengertian dan Tujuan Pengembangan Karir – Ini dapat dipahami sebagai pendekatan formal dalam upaya peningkatan atau perbaikan, pertumbuhan, kepuaan kerja, pengetahuan dan kemampuan karyawan agar dapat memastikan bahwa orang-orang yang berkualifikasi dan pengalaman yang tepat tersedia ketika dibutuhkan, dengan demikian perencanaan dan pengembangan karir yang jelas akan membantu karyawan dan organisasi dalam meraih sukses.

Andrew J. Dubrin (1982) mengemukakan bahwa pengembangan karir adalah aktivitas kepegawaian yang membantu pegawai-pegawai merencanakan karier masa depan mereka di perusahaan agar perusahaan dan pegawai yang bersangkutan dapat mengembangkan diri secara maksimum.

Definisi yang semakna bahwa pengembangan karir adalah suatu langkah yang ditempuh perusahaan untuk menghadapi tuntutan tugas karyawan dan untuk menjawab tantangan masa depan dalam mengembangkan sumber daya manusia di perusahaan yang merupakan suatu keharusan dan mutlak diperlukan (Siagian, 2001).

Pengembangan karir juga dapat didefinisikan sebagai pendekatan formal yang diambil organisasi untuk memastikan bahwa orang-orang dengan kualifikasi dan pengalaman yang tepat tersedia pada saat dibutuhkan, karena perencanaan dan pengembangan karir menguntungkan individu dan organisasi (Simamora, 2006).

Tujuan Pengembangan Karir

Andrew J. Dubrin (1982) menguraikan sejumlah tujuan pengembangan karir yang dijabarkan sebagai berikut:

  1. Membantu pencapaian tujuan individu dan perusahaan dalam pengembangan karier karyawan yang merupakan hubungan timbal balik yang bermanfaat bagi kesejahteraan karyawan dan tercapainya tujuan perusahaan. Seorang pegawai yang sukses dengan prestasi kerja sangat baik kemudian menduduki posisi jabatan yang lebih tinggi, ini menunjukkan bahwa tercapai tujuan perusahaan dan tujuan individu.
  2. Menunjukkan Hubungan Kesejahteraan Pegawai Perusahaan merencanakan karir pegawai dengan meningkatkan kesejahteraannya sehingga memiliki loyalitas yang lebih tinggi.
  3. Membantu pegawai menyadari kemampuan potensinya. Pengembangan karir membantu menyadarkan pegawai akan kemampuannya untuk menduduki suatu jabatan tertentu sesuai dengan potensi dan keahliannya.
  4. Memperkuat hubungan antara Pegawai dan Perusahaan Pengembangan karier akan memperkuat hubungan dan sikap pegawai terhadap perusahaannya.
  5. Membuktikan Tanggung Jawab Sosial Pengembangan karier suatu cara menciptakan iklim kerja yang positif dan pegawai-pegawai lebih bermental sehat.
  6. Membantu memperkuat pelaksanaan program-program Perusahaan Pengembangan karir membantu program-program perusahaan lainnya agar tercapai tujuan perusahaan.
  7. Mengurangi Turnover (pergantian karyawan karena mengundurkan diri) dan Biaya Kepegawaian Pengembangan karier dapat menjadikan turnover rendah dan begitu pula biaya kepegawaian menjadi lebih efektif.
  8. Mengurangi Keusangan Profesi dan Manajerial Pengembangan karier dapat menghindarkan dari keusangan dan kebosanan profesi dan manajerial.
  9. Menggiatkan Analisis dari Keseluruhan Pegawai Perencanaan karir dimaksudkan mengintegrasikan perencanaan kerja dan kepegawaian
  10. Menggiatkan Pemikiran (Pandangan) Jarak Waktu yang Panjang Pengembangan karier berhubungan dengan jarak waktu yang panjang. Hal ini karena penempatan suatu posisi jabatan memerlukan persyaratan dan kualifikasi yang sesuai porsinya.
Demikian penjelasan pengertian dan tujuan pengembangan karir. Kesuksesan dalam pengembangan karir sebagaimana dibuktikan dalam banyak hasil penelitian berpengaruh signifikan terhadap tercapainya tujuan perusahaan.

Kamis, 28 Mei 2020

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli – Sebagaimana yang tertuang dalam Statemen Of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 2, Financial Accounting Standard Board yang dikutip oleh Romney dan Steinbart (2003) secara sederhana akuntansi didefinisikan sebagai sistem informasi. Dalam Standar Akuntansi Keuangan tersebut juga disebutkan bahwa tujuan utama akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang berguna bagi para pengambil keputusan.

Semakna menggunakan itu, Bodnar & Hopwood (2004: 1) menaruh definisi akuntansi yang pula lebih menunjuk pada suatu sistem keterangan. Dalam pengertiannya dikemukakan bahwa:

?Accounting as an information system, identifies, collect, process, and communication economic information about entity to a wide of people?. Maksudnya bahwa akuntansi menjadi suatu sistem fakta, mengidentifikasi, mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan warta ekonomi mengenai suatu entitas ke aneka macam kelompok orang.

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli Pengertian akuntansi menurut Winarno (2006), proses mencatat & mengolah data transaksi & menyajikan informasi kepada pihak-pihak yang berhak dan berkepentingan.

Akuntansi didefinisikan sang Horngern (2000) menjadi proses pencatatan, pengukuran & penyampaian-penyampaian keterangan ekonomi agar bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijaksanaan.

Menurut Sunyanto (1999), pengertian akuntansi itu adalah suatu tahapan proses pengumpulan, pengidentifikasian, pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian/pelaporan dari transaksi-transaksi keuangan serta penafsiran hasilnya guna pengambilan keputusan.

Menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountant), akuntansi merupakan seni pencatatan, penggolongan & pengikhtisaran menggunakan cara tertentu pada ukuran moneter, transaksi dan insiden-peristiwa yg umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.

Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI (No. 476 KMK. 01 1991, Akuntansi adalah suatu proses pengumpulan, pencatatan, penganalisaan, peringkasan, pengklasifikasian & pelaporan transaksi keuangan dari suatu kesatuan ekonomi untuk menyediakan kabar keuangan bagi para pemakai laporan buat pengambilan keputusan.

Untuk mendeskripsikan ruang lingkup akuntansi secara ringkas merupakan sebagai berikut :

  • Akuntansi Keuangan: berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan keuangan berkala dari hasil pencatatan.
  • Akuntansi Biaya : akuntansi yang menekankan pada penentuan dan pengendalian biaya selama proses produksi dan harga pokok dari barang yang selesai diproduksi.
  • Akuntansi Manajemen: menggunakan biaya histori taksiran guna membantu manajemen didalam menjalankan kegiatan dan perencanaan
  • Akuntansi Perpajakan: menekankan pada penyusunan laporan keuangan berdasarkan peraturan perpajakan dan perencanaan transaksi dengan mempertimbangkan efek pembayaran pajak (perncanaan perpajakan atau tax planning).
  • Sistem Akuntansi: menyangkut masalah perancangan prosedur, metode, dan teknik untuk mencatat dan mengolah transaksi perusahaan.
  • Akuntansi pemerintahan: menekankan pada pencatatan dan pelaporan transaksi dari lembaga pemerintah dengan peraturan yang mengikat lembaga-lembaga tersebut.
Dari uraian sejumlah Pengertian akuntansi menurut para pakar di atas, akuntansi dapat diartikan sebagai sistem informasi yang mencatat data ekonomi, memproses dan menganalisa data tersebut untuk kemudian akuntansi menyajikan data kuantitatif berupa laporan keuangan kepada pihak-pihak yang membutuhkannya.

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli – Secara harfiah, kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang mengandung arti mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan atau mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak setiap orang mempunyai kesamaan menjalankan kepemimpinannya.

Kepemimpinan berdasarkan Ordway Tead adalah aktivitas atau aktivitas yang mempengaruhi orang-orang supaya berhubungan buat mencapai tujuan yang mereka inginkan (Kartono, 2003)

Berdasarkan pendapat Anoraga dan Widiyanti (2003), kepemimpinan merupakan interaksi dimana satu orang yakni pemimpin mensugesti pihak lain buat bekerja sama secara suka rela dalam usaha mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan untuk mencapai hal yang diinginkan oleh pemimpin tersebut.

Menurut pendapat Wahjosumidjo (2005) kepemimpinan diterjemahkan ke pada kata sifat-sifat, perilaku langsung, pengaruh terhadap orang lain, pola- pola, hubungan, interaksi kerja sama antarperan, kedudukan dari satu jabatan administratif, dan persuasif, & persepsi berdasarkan lain- lain mengenai legitimasi impak.

Miftah Thoha (2010: 9) mendefinisikan kepemimpinan merupakan aktivitas buat memengaruhi perilaku orang lain, atau seni memengaruhi konduite insan baik perorangan maupun grup.

Menurut C. Turney (1992) dalam Martinis Yamin dan Maisah (2010: 74) mengemukakan pengertian kepemimpinan sebagai suatu group proses yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik- teknik manajemen.

George R. Terry mengartikan kepemimpinan menjadi kegiatan buat menghipnotis orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan mencakup proses mensugesti pada menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilakupengikut buat mencapai tujuan, menghipnotis buat memperbaiki kelompok & budayanya (Miftah Thoha, 2010).

Menurut A. Dale Timple (2000: 58), kepemimpinan merupakan proses imbas sosial di pada mana manajer mencari keikutsertaan sukarela dari bawahan dalam bisnis mencapai tujuan organisasi. Dengan kepemimpinan yang dilakukan seorang pemimpin jua mendeskripsikan arah dan tujuan yg akan dicapai dari sebuah organisasi. Sehingga dapat dikatakan kepemimpinan sangat berpengaruh bagi nama besar organisasi.

Menurut Sudarwan Danim (2004: 56) kepemimpinan merupakan setiap perbuatan yang dilakukan sang individu atau kelompok buat mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau grup yang tergabung di dalam wadah eksklusif untuk mencapai tujuan yg telah ditetapkan sebelumnya.

Martinis Yamin & Maisah (2010: 74) kepemimpinan merupakan suatu proses menghipnotis yg dilakukan sang seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya buat mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan merupakan bentuk taktik atau teori memimpin yang tentunya dilakukan sang orang yg biasa kita sebut menjadi pemimpin. Pemimpin merupakan seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya buat mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.

Dari sejumlah pengertian kepemimpinan menurut para ahli di atas dapat disimpulkan kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi bawahan dengan karakteristik tententu sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Faktor keberhasilan seorang pemimpin diantaranya  tergantung pada teknik kepemimpinan dalam menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadarannya untuk melaksanakan apa yang dikehendaki.

Ketika Pimpinan selaku pengambil keputusan bersikap bijaksana dan profesional dalam memimpin, maka akan berpengaruh pada keseriusan karyawan dalam aktivitas operasionalnya.

Pengertian Informasi Menurut Para Ahli

Pengertian Informasi Menurut Para Ahli - Informasi berkaitan dengan banyak aspek dalam kehidupan termasuk keterkaitannya dengan berbagai disiplin ilmu. sehingga definisi yang tepat perlu dipahami. Berikut ini ada beberapa pengertian informasi menurut para ahli.

Bodnar dan Hopwood (2004) mendefinisikan berita sebagai suatu data yang diorganisasikan yg dapat mendukung ketepatan pengambilan keputusan.

Dalam pengertian yg lain, kabar adalah data yang telah diolah sebagai suatu bentuk yg memiliki arti & manfaat bagi insan (Husein, 2004)

Menurut pendapat Anthony, pengertian informasi merupakan data yg diolah sebagai bentuk yang lebih bermanfaat & lebih berarati bagi yang menerimanya & mendeskripsikan suatu insiden-peristiwa, kesatuan konkret yg dipakai dalam merogoh keputusan (Dewi, 2004)

Pengertian Informasi Menurut Para Ahli Selanjutnya, suatu warta berkualitas dipengaruhi sang 3 karakteristiknya (Jogiyanto, 2001) yakni :

  • Akurat (accurate), bararti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat berarti informasi harus jelas dan mencerminkan maksudnya.
  • Tepat pada waktunya (time lines), berarti informasi yang akan datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan memiliki nilai lagi.
  • Relevan (relevance), berarti informasi tersebut memiliki manfaat untuk pemakainya.

Winarno (2006) mengidentifikasikan pengertian informasi sebagai segala data yang sudah diolah sehingga berguna untuk pembuatan keputusan. Selain itu, Winarno menguraikan 8 karakteristik informasi yang baik, yaitu:

  1. Akurat; Menggambarkan kondisi objek yang sesungguhnya.
  2. Tepat waktu; Informasi harus tersedia sebelum keputusan dibuat karena seringkali informasi tidak diperlukan lagi setelah keputusan dibuat.
  3. Lengkap; Informasi harus mencakup semua yang diperlukan oleh pembuat keputusan. Lengkap tidak berarti memberikan semua informasi.
  4. Relevan; Informasi harus berhubungan dengan keputusan yang akan diambil.
  5. Terpercaya; Isi dari informasi tersebut harus dapat dipercaya (reliable).
  6. Terverifikasi; Informasi harus dapat dilacak ke sumber aslinya (verifiable).
  7. Mudah dipahami; Informasi harus mudah dipahami oleh pembacanya.
  8. Mudah diperoleh; Informasi yang sulit diperoleh bisa tidak digunakan.

Demikian uraian singkat mengenai pengertian informasi menurut para ahli beserta karakteristik informasi yang berkualitas. Sekalipun informasi cukup beragam, namun informasi yang tidak memenuhi karakteristik tersebut di atas tentu tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang berkualitas.

Rabu, 27 Mei 2020

Pengertian Kepala Sekolah Menurut Para Ahli

Pengertian Kepala Sekolah Menurut Para Ahli - Kepala Sekolah berasal dari dua kata yakni “Kepala” dan “Sekolah”. Kata kepala dapat diartikan sebagai ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi atau lembaga. Sedangkan kata sekolah diartikan sebagai suatu lembaga dimana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. Secara singkat Kepala Sekolah dapat diartikan pemimpin sekolah atau suatu lembaga dimana tempat menerima dan memberi pelajaran.

Wahjosumidjo (2005: 83) mendefinisikan Kepala Sekolah sebagai seorang tenaga fungsional guru yg diberi tugas buat memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi hubungan antara pengajar yg memberi pelajaran & siswa sebagai penerima pelajaran.

Dari definisi tersebut di atas, secara sederhana pengertian Kepala Sekolah adalah Seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Dengan ini Kepala Sekolah dapat disebut sebagai pemimpin di satuan pendidikan yang tugasnya menjalankan menajemen satuan pendidikan yang dipimpinnya. Baca juga fungsi dan tugas kepala sekolah.

Di taraf operasional, Kepala Sekolah merupakan orang yang berposisi di garis terdepan yg mengkoordinasikan upaya meningkatkan pembelajaran bermutu. Kepala Sekolah diangkat buat menduduki jabatan bertanggung jawab mengkoordinasikan upaya bersama mencapai tujuan pendidikan di strata sekolah yg dipimpin. Tentu saja Kepala Sekolah bukan satu-satunya yg bertanggung jawab penuh terhadap suatu sekolah, lantaran masih banyak faktor lain yg perlu diperhitungkan. Selain ketua sekolah, terdapat pengajar yg ditinjau menjadi faktor kunci yang berhadapan pribadi dengan para peserta didik & faktor lain seperti lingkungan yang mempengaruhi proses pembelajaran. Namun Kepala Sekolah memiliki peran yang berpengaruh terhadap jalannya sistem yang terdapat di sekolah.

Menurut Mulyasa (2007: 24), pengertian kepala sekolah adalah salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala Sekolah adalah penanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga pendidikan lainnya, pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana juga sebagai supervisor pada sekolah yang dipimpinnya. Jika dilihat dari syarat guru untuk menjadi Kepala Sekolah, Kepala Sekolah bisa dikatakan sebagai jenjang karier dari jabatan fungsional guru. Apabila seorang guru memiliki kompetensi sebagai Kepala Sekolah dan telah memenuhi persyaratan atau tes tertentu maka guru tersebut dapat memperoleh jabatan Kepala Sekolah.

Agar sekolah dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien, maka ketua sekolah wajib melaksanakan fungsi-fungsi manajerial misalnya perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, hadiah motivasi, aplikasi, pengorganisasian pengendalian, evaluasi & penemuan. Kepala Sekolah yang baik dibutuhkan akan membentuk pelaksanaan pembelajaran yg baik juga. Jika pembelajaran di sekolah baik tentunya akan membuat prestasi yang baik jua baik siswanya maupun gurunya.

Dalam Mulyasa (2007: 25) kepala Sekolah bertanggungjawab atas manajemen pendidikan secara mikro, yg secara langsung berkaitan menggunakan proses pembelajaran. Pada dasarnya pengelolaan sekolah menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah dan pengajar. Namun demikian dalam mencapai keberhasilan pengelolaan sekolah peran dan berdasarkan para orang tua dan siswa, pula turut mendukung keberhasilan itu. Di samping itu pencapaian keberhasilan, pengelolaan tadi wajib didukung oleh sikap pola dan kemampuan Kepala Sekolah pada memimpin lembaga pendidikan yg sebagai tanggung jawabnya.

Kepemimpinan Kepala Sekolah diharapkan dapat membangun kondisi yg memungkinkan bagi lahirnya iklim kerja & hubungan antar manusia yang harmonis dan kondusif. Hal ini berarti bahwa semua komponen pendidikan pada sekolah harus dikembangkan secara terpadu dalam rangka mempertinggi relevansi atau kesesuaian dengan kualitas pendidikan.

Dari pendapat sejumlah ahli di atas dapat disimpulkan pengertian Kepala Sekolah adalah guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah. Meskipun guru yang mendapat tugas tambahan Kepala Sekolah merupakan orang yang paling betanggung jawab terhadap aplikasi prinsip-prinsip administrasi pendidikan yang inovatif di sekolah.

Sebagai orang yg mendapatkan tugas tambahan berarti tugas pokok Kepala Sekolah tersebut merupakan pengajar yaitu sebagai energi guru dan pendidik, maksudnya pada suatu sekolah seseorang Kepala Sekolah harus memiliki tugas sebagai seorang pengajar yang melaksanakan atau memberikan pelajaran atau mengajar bidang studi tertentu atau menaruh bimbingan. Berarti dalam hal ini, Kepala Sekolah mempunyai dua fungsi yaitu menjadi energi kependidikan & tenaga pendidik.

Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah

Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah – Mengacu pada pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun 1990 dalam Kepala Sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta memeliharaan sarana dan prasarana (Mulyasa, 2007).

Dijelaskan pula bahwa Kepala Sekolah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator. Namun seiring berkembangnya zaman menuju globalisasi seharusnya Kepala Sekolah dapat menyesuaikan diri sesuai dengan fungsinya sebagai Kepala Sekolah yang professional.

Kepala Sekolah sebagai pemimpin harus mampu:

  1. Mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru, staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing
  2. Memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru, staf dan para siswa serta memberikan dorongan memacu dan berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan (Wahjosumidjo, 2005: 105)

Sehingga disimpulkan Tugas Kepala Sekolah yaitu sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator, figur dan mediator yang dijabarkan berikut ini:

a. Edukator

Tugas kepala sekolah sebagai edukator, Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim kondusif di sekolah, memberikan nasehat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada segenap tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik, seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Kepala Sekolah juga senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh tiap guru. Dalam hal ini faktor pengalaman akan sangat mempengaruhi profesionalismenya, terutama dalam mendukung terbentuknya pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tugasnya.

b. Manajer

Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama atau kooperatif, memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong kelibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

c. Administrator

Kepala Sekolah sebagai administrator memiliki hubungan sangat erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Untuk menunjang kemampuannya dalam administrasi, Kepala Sekolah harus memiliki kemampuan mengelola kurikulum, administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, administrasi sarana dan prasarana, administrasi kearsipan,dan mengelola administrasi keuangan. Sebagai Kepala Sekolah professional kegiatan administrasi diatas perlu dilakukan dengan efektif dan efisien agar menunjang produktivitas sekolah.

d. Supervisor

Salah satu tugas Kepala Sekolah adalah mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh guru atau pegawai administrasi sekolah. Supervisi yang dimaksud adalah melakukan pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga pendidikan. Ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di sekolah terarah pada tujuan yang telah ditetapkan. Kepala Sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan, serta memanfaatkan hasilnya. Kemampuan supervisi Kepala Sekolah dapat diwujudkan dengan penyusunan program supervisi kelas, pengembangan program supervisi kegiatan ekstrakulikuler, perpustakaan, laboratorium, dan ujian.

e. leader

Tugas Kepala Sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan tugas. Kepala Sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian, pengetahuan terhadap tenaga kependidikan, visi dan misi sekolah, kemampuan mengambil keputusan, dan kemampuan komunikasi.

Dengan fungsinya sebagai leader, Kepala Sekolah dapat dianalisis dari sifat kepemimpinan yaitu demokratis, otoriter, dan laissez faire. Ketiga sifat tersebut sering dimiliki secara bersamaan oleh seorang pemimpin. Oleh karena itu seorang Kepala Sekolah dituntut untut mampu mengunakan strategi memimpinya sesuai situasi yang ada di sekolah. Pengunaan strategi yang tepat ini sesuai dengan tingkat kematangan para tenaga kependidikan, dan kombinasi yang tepat antara perilaku tugas dan perilaku hubungan.

f. Inovator

Sebagai innovator Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang baik untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan sekolah, dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. Kepala Sekolah sebagai inovator tercermin dari cara-cara yang dilakukan pekerjaannya secara kontrukstif, kreatif, delegatif, integrative, rasional dan objektif, pragmatis, keteladanan, disiplin, adaptabel dan fleksibel.

g. Motivator

Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin, dorongan, pengahargaan secara efektif, dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan Pusat Sumber Belajar .

h. Figure

Kepala Sekolah sebagai figure merupakan fungsi yang sangat berkaitan dengan sosok teladan sebagi pemimpin yang ada di sekolah. Diharapkan Kepala Sekolah mempunyai figure yang dapat dijadikan contoh dan teladan bagi tenaga kependidikan maupun peserta didik. Dengan figure yang baik Kepala Sekolah akan memiliki kewibawaan dalam memimpin sekolah.

i. Mediator

Mediator dalam hal ini adalah memediasi setiap kebijakan atau permasalahan yang terjadi di sekolah baik permasalahan antar Kepala Sekolah dengan guru, antar guru dengan guru, antar guru dengan siswa, antar orang tua/wali siswa dengan guru atau sekolah atau permasalahan lain yang bekaitan dengan sekolah. Selain itu dapat menjadi mediator yang baik antara sekolah dengan lingkungan masyarakat untuk kelancaran proses pembelajaran di sekolah. Dengan peran mediator ini, diharapkan Kepala Sekolah dapat menjadi mediator yang baik dalam memperlancar produktivitas sekolah.

Demikian penjelasan fungsi dan tugas kepala sekolah. Kesuksesan dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi kepala sekolah akan sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinannya. Baca juga pengertian kepemimpinan dan tugas-tugas seorang pemimpin.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi - Salah satu sistem informasi diantara berbagai sistem informasi yang digunakan manajemen dalam mengelola perusahaan adalah sistem informasi akuntansi. Sebelumnya telah diuraikan pada pengertian akuntansi menurut para ahli.

Dalam bahasan ini, sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti orang dan perlengkapan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi (Bodnar dan Hopwood, 2004).

Penggunaan istilah sistem informasi akuntansi menurut Bodnar dan Hopwood (2004) memiliki cakupan yang antara lain mencakup siklus pemrosesan transaksi, penggunaan teknologi, dan pengembangan sistem informasi.

Dalam definisi lain, sistem informasi akuntansi menurut Wilkinson dan Cerullo (2000: 7) dikatakan sebagai:

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

“a unified structure within in entity, such as a business firm, that employs physical resources and other components to transform economic data into accounting information, with the purpose of satisfying the information needs of a variety of users”.

Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi (2001), merupakan organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk mengelola perusahaan. Tujuan utama dari penyusunan sistem informasi akuntansi adalah menyediakan informasi akuntansi kepada berbagai pihak pengguna baik pihak intern maupun pihak ekstern.

Tujuan penyusunan sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi (2001) dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelola usaha baru. Kegiatan pengembangan sistem informasi akuntansi terjadi jika perusahaan baru didirikan atau suatu perusahaan menciptakan usaha baru yang berbeda dengan usaha yang dijalankan selama ini.
  2. Untuk meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan sistem yang sudah berjalan. Perkembangan usaha perusahaan menurut sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan dengan mutu informasi yang lebih baik dan tepat dalam penyajiannya, dengan struktur informasi yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan manajemen.
  3. Memperbaiki pengendalian dan pengecekan intern. Akuntansi menjadi alat pertanggungjawaban kekayaan suatu organisasi. Pengembangan sistem informasi akuntansi seringkali ditujukan untuk memperbaiki perlindungan terhadap kekayaan organisasi sehingga pertanggung jawaban terhadap pengguna kekayaan organisasi dapat dilaksanakan dengan baik. Pengembangan sistem informasi akuntansi bertujuan untuk memperbaiki pengecekan intern agar informasi yang dihasilkan dapat dipercaya.
  4. Untuk menekan biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi. Pengembangan sistem informasi akuntansi sering digunakan untuk menghemat biaya informasi yang merupakan barang ekonomi, sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber ekonomi lainnya.

Sedangkan komponen yang membangun sistem informasi akuntansi mencakup lima komponen (Romney dan Steinbart, 2003) yakni:

  1. Orang yang mengoperasikan sistem dan melaksanakan berbagai macam fungsi.
  2. Prosedur manual dan otomatis, meliputi pengumpulan, pemrosesan dan penyimpanan data yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.
  3. Data yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.
  4. Software yang digunakan untuk memproses data perusahaan.
  5. Infrastruktur teknologi informasi yang meliputi komputer, alat komunikasi jaringan.

Demikian uraian pengertian sistem informasi akuntansi menurut para ahli termasuk tujuan penyusunan dan komponen yang membangunnya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Selasa, 26 Mei 2020

Apa itu Sistem Informasi ?

Apa itu Sistem Informasi ? Apa itu Sistem Informasi? – Menurut Laudon dan Laudon dalam Radityo dan Zulaikha (2007) menyatakan bahwa sistem informasi merupakan seperangkat komponen yang saling berhubungan yang berfungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pembuatan keputusan dan pengawasan dalam organisasi.

Menurut Hartono (1999), sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi dapat menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian dalam organisasi (Hartono, 1999). Dikemukakan pula komponen-komponen yang terdapat dalam sistem informasi, antara lain:

  1. Blok masukan input mewakili data masuk ke dalam sistem informasi yang meliputi metode-metode dan media-media untuk mengungkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokomen dasar.
  2. Blok model yang terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
  3. Blok keluaran produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
  4. Blok teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian sistem secara keseluruhan.
  5. Blok basis data adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan diperangkat keras (hardware) komputer dan digunakan perangkat lunak (software) untuk memanipulasinya.
  6. Blok kendali untuk upaya-upaya sistem informasi data berjalan sesuai yang diinginkan, maka perlu diterapkan pengendalian-pengendalian di dalamnya. Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Dari beberapa definisi tentang apa itu sistem informasi, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem informasi digunakan dalam proses pengambilan keputusan dan pengendalian dalam organisasi. Hingga saat ini, fungsi sistem informasi dalam organisasi telah berevolusi dari pencatatan manual menjadi pencatatan terkomputerisasi dengan menggunakan teknologi sistem informasi.

Contoh Fabel Dalam Bahasa Inggris

Contoh Fabel Dalam Bahasa Inggris Contoh Fabel Dalam Bahasa Inggris – Para pembaca yang setia, khusus bagi yang menyukai fabel atau dongeng binatang. Kali ini admin ingin berbagi dongeng fabel tentang seekor gajah dan anak-anaknya. Walaupun cerita kali ini menggunakan bahasa inggris, jangan khawatir karena kami sertakan pula versi bahasa indonesianya.

Disamping untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris sekaligus menambah pengetahuan tentang salah satu fabel yang cukup familiar di luar negeri. Contoh fabel dalam bahasa inggris berikut berjudul An Untruthful Elephant (Gajah yang tidak jujur). Silahkan disimak!

Title of Fabel : An Untruthful Elephant

A long time ago, lived a pair of elephants who love each other In a country. They were Shawn and Honey. They had been living together since two years ago and had two children. Their first child was Andy and their second child was Danny. Danny was the elephant that often lied and he was always scolded by his parents because of the lies that he often did.

While their older child, Andy was an elephant who was very honest and made the parents were so proud. However, although his parents were proud of him, he was not arrogant, so all the elephants liked him. All those conditions made Danny jealous and did not like his brother. But, he had not made him changed and he became more and more lying frequently. He was never to be deterrent even though often punished by his parents.

Meanwhile, his brother, Andy was never bored and stopped to advise him. However, all of the advice and the punishment he received was never made him wary. A lie that often done by him was screaming near the river so that someone else thinks he was drowning. In fact, he only intended to pretend and lied.

One day, he wanted to drink the water in the river which was deep enough. Because he was so thirsty, he did not pay attention to the depth of the river and immediately stuck his trunk into the water. The surfaces that were near the river were so slippery but he did not pay attention. Suddenly, Danny slipped and he plunged into the river. There was no elephant that was near river because they were all in the pasture which was far enough away from the river. He then yelled very loudly and asked for help to all the elephants.

The elephants heard it, but he often lied, so that the elephants on the pasture ignored his scream. In fact, his parents did not pay attention because they thought he was lying. However, his brother was curious and wanted to see whether Danny was lying or not. When the brother reached the river, he saw that Danny was not lying and Danny almost drowned.

Andy immediately saved Danny and took him out on the pasture to be treated. The elephants in the meadow shocked and immediately huddled beside him. A few minutes later, he woke up and he promised never to lie again.

Berikut terjemahan contoh fabel dalam bahasa inggris di atas.

Judul Fabel: Gajah Yang Tidak Jujur

Pada zaman dulu, hiduplah sepasang gajah yg saling mengasihi di sebuah negeri. Mereka bernama Shawn dan Honey. Mereka sudah hidup bersama semenjak dua tahun yg kemudian dan kini sudah memiliki 2 ekor anak gajah. Anak pertama mereka adalah Andy & anak kedua mereka merupakan Danny. Danny merupakan gajah yang tak jarang berbohong & beliau selalu dimarahi sang orang tuanya karena kebohongan-kebohongan yang tak jarang ia lakukan.

Sedangkan anak pertama mereka, Andy merupakan seekor gajah yg sangat jujur & sangat dibanggakan sang orang tuanya. Namun, meski dibanggakan sang orang tuanya, ia nir sombong sebagai akibatnya semua gajah semakin menyukai Andy. Semua syarat tadi menciptakan Danny iri & tidak menyukai kakaknya. Sikap iri yg beliau miliki nir membuatnya berubah dan dia sebagai makin seringkali berbohong. Ia tidak pernah jera meskipun acapkali dihukum oleh orang tuanya.

Sementara itu, kakaknya, Andy nir pernah bosan dan berhenti buat menasehatinya. Tetapi, seluruh nasihat & hukuman yg dia terima nir pernah menciptakan dirinya jera. Salah satu kebohongan yg sering dilakukan olehnya adalah berteriak-teriak pada dekat sungai agar orang lain menerka dirinya karam. Padahal, dia hanya berpura-pura & bermaksud berbohong.

Pada suatu hari, ia ingin minum air yg ada di sungai yg cukup dalam. Karena begitu haus, ia nir memperhatikan kedalaman sungai tersebut dan pribadi menjulurkan belalainya ke pada air. Permukaan yg ada di dekat sungai begitu licin namun ia nir memperdulikannya. Tiba-datang, Danny terpeleset dan tercebur ke pada sungai. Tidak terdapat satu ekorpun gajah yg berada pada dekat sungai karena mereka seluruh sedang berada di padang rumput yg cukup jauh menurut sungai tersebut. Kemudian ia berteriak menggunakan sangat keras & meminta tolong kepada seluruh gajah.

Gajah-gajah lain mendengarnya, tetapi karena beliau tak jarang berbohong, maka gajah-gajah yang sedang berada di padang rumput nir memperdulikannya. Bahkan, orang tuanya tidak memperdulikannya karena mengira dia sedang berbohong. Namun, kakaknya penasaran & ingin melihat apakah danny berbohong atau nir. Ketika hingga pada sungai, ternyata Danny tidak berbohong & beliau hampir mangkat karam.

Andy segera menyelamatkannya dan membawanya ke padang rumput untuk diobati. Para gajah yg terdapat di padang rumput terkejut & cepat berkerumun di samping danny. Beberapa mnt kemudian, beliau tersadar & berjanji nir akan mengulangi berbohong.

Demikian contoh fabel dalam bahasa inggris beserta dengan artinya. Nanti disambung lagi dengan dongeng fabel yang lebih seru. Baca pula: Pengertian Dongeng dan Ciri-Cirinya. Semoga bermanfaat dan menghibur.

Pengertian Sistem Menurut Para Ahli

Pengertian Sistem Menurut Para Ahli - Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan sumber daya yang berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu (Bodnar dan Hopwood, 2000: 1). Dalam pengertian lain, sistem menurut Romney (2003: 2), dikemukakan bahwa:

?A system is asset of two or more interrelated components that interact to achieve a goal ?

Definisi sistem berdasarkan Mulyadi (2001), sistem dalam dasarnya merupakan sekelompok unsur yg erat dan bekerjasama satu dengan yg lainnya, yang berfungsi bersama-sama buat mencapai tujuan tertentu. Kemudian Mulyadi (2001) balik merinci lebih lanjut pengertian umum mengenai sistem tersebut yg terbagi pada empat hal, diantaranya:

    Pengertian Sistem Menurut Para Ahli
  1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur; unsur-unsur suatu sistem terdiri dari subsistem yang lebih kecil, yang terdiri pula dari kelompok unsur yang membentuk subsistem tersebut.
  2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu dari sistem yang bersangkutan. Unsur-unsur sistem berhubungan erat satu dengan lainnya dan sifat serta kerja sama antara unsur sistem tersebut memiliki bentuk tertentu.
  3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem; Setiap sistem memiliki tujuan tertentu dimana untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan suatu proses tertentu dan kerja sama antara satu dengan yang lainnya.
  4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem yang lain yang lebih besar.

Pengertian sistem menurut Winarno (2006) adalah sekumpulan komponen yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu, hampir sama dengan pengertian sistem menurut Romney (2003). Masing-masing komponen tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda, antara lain:

  • Input berfungsi untuk menerima masukan dari luar sistem.
  • Proses berfungsi untuk mengubah input menjadi output.
  • Output berfungsi untuk mengirimkan hasil olahan kepada pihak di luar sistem.
  • Kontrol berfungsi untuk mengendalikan komponen lain agar berfungsi seperti yang diharapkan.
  • Batas sistem berfungsi untuk memisahkan sistem dengan lingkungannya atau dengan sistem lainnya.
  • Sistem juga memiliki tujuan lain yang hendak dicapai.

Menurut Leitch & Davis sistem didefinisikan menjadi suatu kumpulan menurut elemen-elemen (orang, perangkat keras, liputan dan lain-lain) diorganisasikan untuk mencapai tujuan eksklusif (Jogiyanto, 2001). Selanjutnya dalam referensi yg sama diungkapkan jua beberapa karakteristik dalam suatu sistem merupakan sebagai berikut:

  • Komponen-komponen sistem.
  • Mempunyai batasan sistem.
  • Mempunyai lingkungan luar sistem.
  • Adanya penghubung sistem.
  • Adanya masukan (input) sistem.
  • Adanya keluaran (output) sistem.
  • Pengolahan sistem (process), dan sasaran sistem lain.

Dari sejumlah pengertian sistem menurut para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan serangkaian unsur-unsur yang saling berkaitan dan bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam sistem itu sendiri terdapat subsistem yang menjalankan peran lebih khusus ketimbang peran sistemnya, untuk bekerjasama mencapai tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu.

Senin, 25 Mei 2020

Pengertian Gaji dan Seputar Sistem Akuntansi Penggajian

Pengertian Gaji - Gaji adalah imbalan kepada pegawai yang di beri tugas-tugas administratif dan pimpinan yang jumlah biasanya tetap secara bulanan atau tahunan. Selain itu, pegawai mungkin memperoleh manfaat yang diberikan dalam bentuk tunjangan, misalnya tunjangan jabatan, tunjangan perumahan, tunjangan pengobatan, tunjangan hari raya, uang transport, uang makan dll (Soemarso S. R, 1999 : 355).

Banyak lembaga atau badan usaha yang menggunakan beberapa bentuk penggajian yang berbeda antara kelompok-kelompok pekerja. Ada yang di bayarkan berdasarkan hasil pekerjaan, ada yang di bayar berdasarkan waktu /jam (lamanya) mereka bekerja, ada yang di gaji mingguan atau bulanan. Dan ada juga yang menggunakan sistem hadiah bagi mereka yang bekerja keras. Tujuan dasar dari sistem penggajian, yaitu sebagai imbalan, sebagai penghargaan dan sebagai pendorong (Sriyadi, 1999 : 248).

Menurut Mulyadi (2001 : 373) pengertian gaji pada umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang di lakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manajer, umumnya gaji di bayarkan secara tetap perbulan.

Pada dasarnya sistem penggajian di berikan pada karyawan perusahaan yang bersifat tetap. Jadi karyawan tersebut bekerja secara terus menerus dan melakukan pekerjaan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenang yang di berikan kepada mereka.

Dalam hal sistem penggajian Perusahaan terdiri dari jaringan prosedur sebagai berikut (Mulyadi, 2001 : 385)

1. Prosedur Pencatatan Waktu Hadir

Prosedur ini bertujuan untuk mencatat waktu hadir karyawan. Pencatatan waktu hadir ini di selenggarakan oleh fungsi pencatat waktu dengan menggunakan daftar hadir pada pintu masuk kantor administrasi atau pabrik.

2. Prosedur Pembuatan Daftar Gaji

Dalam prosedur ini fungsi pembuatan daftar gaji karyawan. Data yang di pakai sebagai dasar pembuatan daftar gaji adalah surat-surat keputusan mengenai pengangkatan karyawan baru, kenaikan pangkat, pemberhentian karyawan, penurunan pangkat, daftar gaji bulan sebelumnya, dan daftar hadir.

3. Prosedur Distribusi Biaya gaji

Dalam prosedur distribusi biaya gaji dan biaya tenaga kerja didistribusikan kepada departemen-departemen yang menikmati manfaat tenaga kerja.

4. Prosedur Pembayaran gaji

Prosedur pembayaran gaji melibatkan fungsi akuntansi dan fungsi keuangan. Fungsi akuntansi membuat perintah pengeluaran kas kepada fungsi keuangan untuk menulis cek guna pembayaran gaji. Fungsi keuangan kemudian menggunakan cek tersebut ke bank dan memasukkan uang ke amplop gaji. Informasi Yang Diperlukan Oleh Manajemen Dari Kegiatan Penggajian, antara lain:

  • Jumlah biaya gaji yang menjadi beban Perusahaan selama periode akuntansi tertentu
  • Jumlah biaya gaji yang menjadi beban setiap pusat pertanggung jawaban selama periode akuntansi tertentu
  • Jumlah gaji yang diterima setiap karyawan selama periode akuntansi tertentu
  • Rincian unsur biaya gaji yang menjadi beban Perusahaan dan setiap pusat pertanggung jawaban selam periode akuntansi tertentu

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian gaji dan seputar sistem akuntansi penggajian.

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Uang

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Uang - Sebagaimana dipahami bahwa pengertian surat kuasa adalah surat yang berisi pelimpahan kuasa dari seseorang kepada orang lain yang dipercaya agar dapat bertindak sebagai pengganti atau wakil dari pemberi kuasa. Sementara obyek yang dikuasakan dapat berupa barang, uang, ataupun kewenangan tertentu. Selain itu, bahasa yang digunakan singkat, lugas, efektif, dan tidak berbelit-belit

Surat kuasa pengambilan uang merupakan surat kuasa yang sifatnya bisa perorangan maupun lembaga, yayasan atau instansi dan perbedaannya dengan yang sifatnya individu adalah adanya kop surat dan nomor surat.

Karena itu bagian-bagian yang mesti ada untuk surat kuasa yang dikeluarkan oleh organisasi, yayasan atau instansi adalah: (a) Kop Surat (b) Nomor Surat (c) Pemberi kuasa (d) Identitas pemberi kuasa (e) Penerima kuasa (f) Identitas penerima kuasa (g) Hal yang dikuasakan (h) Waktu pemberian kuasa, serta (g) Tanda tangan penerima dan pemberi kuasa

Contoh surat kuasa pengambilan uang ini dibuat karena alasan tertentu pemberi kuasa, misalnya, tidak dapat mengambil uang tersebut secara langsung karena kondisi kesehatan atau sedang berada di wilayah yang cukup jauh.

1. Contoh surat kuasa pengambilan uang yang sifatnya individu

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                   : AHMAD SUKARMAN

Tempat Tgl Lahir    : Bandung, 27 Agustus 1975

Alamat                 : Jl. Revolusi RT 002/002 Sukaluyu Bandung

No.KTP                 : 08.5003.170565.0002

No. Telepon          : 022271111

Selanjutnya disebut Pemberi Kuasa.

Dengan ini memberi kuasa kepada:

Nama                  : ILHAM SUKARMAN

Tempat Tgl Lahir   : Bandung, 05 Juli 1990

Alamat                : Jl. Raflesia RT 002/002 Sukaluyu Bandung

No. KTP               : 08.5013.050788.0003

No. Telepon          : 085666945712

Selanjutnya disebut Penerima Kuasa.

Dengan surat ini, saya sebagai pihak Pemberi Kuasa, memberikan Kuasa kepada putra saya (Penerima Kuasa) untuk melakukan pengambilan uang secara tunai dengan jumlah Rp. 19.000.000,- (sembilan belas juta upiah) pada rekening Bank Mandiri milik saya, dengan data-data sebagai berikut:

No. Rekening  : 1120005759222

Atas Nama     : Ahmad Sukarman

Nama Bank     : PT. Bank Mandiri (Persero) KCP Surapati Bandung

Hal-hal dan segala akibat yang disebabkan Surat Kuasa ini adalah tanggung jawab sepenuhnya Pemberi Kuasa.

Demikian Surat Kuasa ini saya buat dengan kesadaran penuh dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan semoga dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Bandung, 15 November 2015

Penerima Kuasa                                        Pemberi Kuasa

Ilham Sukarman                                       Ahmad Sukarman

2. Contoh surat kuasa pengambilan uang yang sifatnya kelembagaan.

Demikian contoh surat kuasa pengambilan uang baik yang sifatnya perorangan maupun yang dikeluarkan oleh lembaga, perusahaan atau organisasi. Perbedaannya terletak pada keberadaan kop surat dan nomor surat. Penyertaan meterai diantara pemberi kuasa dan penerima kuasa akan lebih menguatkan surat kuasa tersebut secara hukum. Simak pula contoh surat kuasa pengambilan ijazah.